Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Ini Kendala Pembuatan Tempat Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 di Bali

Sebelumnya, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali telah menyarankan pemerintah agar membuat tempat pengelolaan limbah medis sendiri

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
ILUSTRASI LIMBAH MEDIS. Sebelumnya, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali telah menyarankan pemerintah agar membuat tempat pengelolaan limbah medis sendiri. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali telah menyarankan pemerintah.

Agar membuat tempat pengelolaan limbah medis sendiri.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali Fajar Manuaba mengatakan.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas terkait mengenai hal tersebut.

Baca juga: Pengolahan Limbah Medis Vaksin di Karangasem Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga

"Saya kan memang koordinasi dengan dinas.

Pertama dari investor sendiri banyak yang mau.

Seperti dari Jepang, Prancis, datang untuk mengolah limbah.

Hanya saja saat ini kan tata ruang kita belum diubah.

Pengelolaan limbahnya hanya boleh di Negara dan Buleleng, Gerogak," katanya pada, Senin 6 September 2021. 

Sementara itu, masalah lainnya ada pada penolakan masyarakat.

Dalam hal ini pihaknya menganggap masyarakat telah mendua untuk kepentingan limbah medis ini.

"Kenapa mendua? karena apa? Contohnya pada tempat kremasi.

Kan tidak dikomplain sedangkan seperti tempat kremasi di Bangli.

Kalau kita lihat kan berjejer begitu saja terbuka lagi.

Baca juga: Limbah Medis Covid-19 Mencapai 18.460 Ton, Paling Banyak di Pulau Jawa

Sedangkan suhu yang dipakai sebatas suhu semprotan solar saja.

Jadi tidak pernah tinggi sekali panasnya.

Untuk menghancurkan mayat lama sekali prosesnya.

Hasilnya pun besi masih utuh, jadi kan kalau kita bicara begitu.

Kalau kita gunakan pembakaran sampah medis itu.

Jarum saja standarnya harus jadi debu," paparnya. 

Jika saat ini masyarakat mengkomplain pengelolaan limbah.

Menurut dr Fajar jelas sangat jauh standarnya. 

"Pengelolaan limbah kalau dilakukan dengan benar dengan insenator.

Itu pasti sudah lebih steril dibandingkan dengan pembakaran mayat.

Bisa dibandingkan dengan yang lain, karena jadi debu," tuturnya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved