Breaking News:

Music Zone

Sebagai Wujud Bakti di Ranah Kesenian, The 13.C.A.P Hadir dengan Single Perdana 'Bakti Sujati'

THE 13.C.A.P (Bayak Conspiracy Art Project) yang dikomandoi oleh seniman, I Made Bayak hadir menggebrak lewat single perdananya

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
THE 13.C.A.P (Bayak Conspiracy Art Project) yang dikomandoi oleh seniman, I Made Bayak hadir menggebrak lewat single perdananya berjudul 'Bakti Sujati' 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tergolong band baru, namun personelnya diisi oleh wajah-wajah lama di skena musik Bali  adalah unit rock, The 13.C.A.P (Bayak Conspiracy Art Project) yang dikomandoi oleh seniman, I Made Bayak hadir menggebrak lewat single perdananya berjudul 'Bakti Sujati'.

Single ini hadir sebagai wujud bakti The 13.C.A.P di ranah berkesenian.

Dilepasnya single ini dibarengi video musik yang tayang di kanal YouTube, Senin 6 September 2021. 

Baca juga: Pernah Hits Lewat Lagu Song Brerong, Begini Kabar Terkini Penyanyi Bali Raka Sidan

Uniknya di single perdananya ini, band yang digawangi Made Bayak (gitar), Tebho (bass), Cetu (drum) dan Mank Ptrx (vokal) menggunakan bahasa Bali.

Pun bercerita tentang kebersamaan, persaudaraan tanpa adanya benturan demi terwujudnya bakti. 

"Bagaimana wujud bakti (cinta) itu diwujudkan dalam berbagai hal. Setiap orang/individu sebagai mahluk sosial bisa mewujudkan baktinya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tanpa harus berbenturan antara satu dengan lainya. Bahkan wujud bakti itu bisa disampaikan melalui sikap kritis terhadap berbagai hal yang ujungnya adalah untuk kemajuan bersama, meninggalkan nilai-nilai usang yang kurang relevan dengan jaman dan membangun nilai-nilai baru untuk masa depan," jelas Bayak. 

Wujub bakti The 13.C.A.P terlihat dalam video klip single ini.

Mereka berkonspirasi dengan Dek Unggit dari Sanur pemilik warung Pan Tantri.

Unggit digaet karena dinilai sangat teguh menjalankan baktinya di ranah seni. 

Baca juga: Penyanyi Muda Anggis Devaki Rilis Single Good Bye Kamu, Ceritakan Mantan Kekasih Yang Kembali Lagi

"Baktinya Dek Unggit terhadap seni sangat tinggi, walau bukan seorang seniman. Dia berencana membuat museum Lingga Tangan (buah/buatan tangan). Sosoknya selalu memberikan edukasi kepada anak-anak muda tentang pakem-pakem tapel/topeng Bali, edukasi tentang perbedaan pakem antar daerah di Bali. Namun, semua itu bukan untuk meninggikan satu daerah dan merendahkan daerah lain, keberagaman pakem itu adalah nilai lebih dari masing-masing daerah dimana semuanya untuk menyatukan/membesarkan Bali," ucap Bayak. 

Tidak hanya melibatkan Dek Unggit, di video musiknya The 13.C.A.P diramaikan oleh latar visual mural tembok Yayasan Manik Bumi di Bali Utara.

Dikatakan Bayak, yayasan ini bergelut di bidang lingkungan khususnya masalah sampah plastik.

"Kami meminjam dinding tembok kantor Manik Bumi sebagai latar video sepanjang 30 meter yang berisikan berbagai mural dengan ragam tema tentang lingkungan yang sangat kuat. Kawan-kawan di Manik Bumi dan Rare Kual topeng juga sangat banyak membantu kami saat pembuatan proses video ini," ujarnya. 

"Itulah 2 contoh nyata bakti sujati sesuai dengan judul lagu ini. Ada yang mewujudkan bakti dengan cara membuat museum dan mengedukasi anak muda. Ada juga yang lebih terorganisir dalam sebuah kelompok/organisasi yang ingin mewujudkan bakti dengan banyak program nyata, edukasi, turun ke lapangan bersama kelompok masyarakat, membuat event dan lainya, juga bekerja sama dengan seniman dan bondres yang selalu memberikan pesan-pesan lingkungan dalam setiap panggungnya," imbuh Bayak. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved