Berita Karangasem
Harga Telur di Karangasem Anjlok, Kini Rp14.400 Per Kilogram, Terendah Sejak 10 Tahun Terakhir
Peternak telur di Karangasem mengeluh dikarenakan harga telur per kilogramnya anjlok, harga ini terendah sejak 10 tahun terakhir
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Peternak telur di Karangasem mengeluh dikarenakan harga telur per kilogramnya anjlok.
Kondisi ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Harga yang semula berada di kisaran angka Rp 18 - 19 ribu di peternak telur.
Kini harga terun anjlok menjadi Rp14.400 per kilogramnya.
Nyoman Sumadi, peternak telu dari Desa Pesedahan, Kcamatan Manggis, Karangasem, mengatakan, harga telur anjlok terus.
Baca juga: Harga Gumitir Anjlok Dari Rp20 Ribu Menjadi Rp5 Ribu Perkilogram, Petani di Abang Mengeluh
Harga Rp 14.400 per kilogramnya adalah harga terendah sejak 10 tahun terakhir.
Sebelumnya harga telur di peternak stabil. Seandainya turun, selisih angka tidak begitu banyak.
"Rp 14.400 per kilonya adalah harga terendah sejak 10 tahun terakhir.
Makanya banyak peternak telur yang mengeluhkan kondisi ini.
Penghasiln tak sesuai dengan biaya pengeluaran, perawatan, dan operasionalnya,"ungkap I Sumadi, Selasa 7 September 2021 siang.
Di sisi lain, kata Sumadi, harga pakan ternak terus mengalami peningkatan per kilogramnya.
Seperti jagung harga semula Rp 4 ribu per kilogram, kini meningkat menjadi Rp 6 ribu lebih.
Kondisi ini disinyalir karena dihentikannya impor jagung.
Sehingga para peternak mengandalkan jagung lokal sedikit mahal.
Ditambahkan, saat ini peternak telur rugi banyak.
Baca juga: Geliat Usaha Jasa Transportasi di Bali Kembali Anjlok, Made Yogi Khawatir PPKM Berjilid-jilid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-telur-ayam-ras_20180827_131056.jpg)