Breaking News:

Afghanistan

Biden Yakin Pemerintah China akan Coba Membuat Pengaturan dengan Taliban

Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di G7 telah sepakat untuk mengoordinasikan respons mereka terhadap Taliban.

Editor: DionDBPutra
ALEX WONG/GETTY IMAGES AMERIKA UTARA via AFP
Presiden AS Joe Biden berpartisipasi dalam pertemuan virtual tentang Investasi Infrastruktur dan Undang-Undang Pekerjaan di South Court Auditorium di Eisenhower Executive Office Building 11 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden yakin China akan mencoba untuk melakukan pengaturan dengan Taliban setelah kelompok militan itu merebut kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus 2021.

Ketika ditanya apakah dia khawatir China akan mendanai kelompok tersebut, yang dikenai sanksi berdasarkan hukum AS, Biden mengatakan kepada wartawan "China memiliki masalah nyata dengan Taliban."

"Jadi mereka akan mencoba melakukan beberapa pengaturan dengan Taliban. Saya yakin. Seperti halnya Pakistan, Rusia, dan Iran. Mereka semua mencoba mencari tahu apa yang mereka lakukan sekarang," kata Presiden Biden, Selasa 7 September 2021.

Baca juga: Pemerintahan Baru Afghanistan Tanpa Perempuan, Begini Penjelasan Taliban

Baca juga: Buron Paling Dicari AS, Sirajuddin Haqqani Ditunjuk Taliban Jadi Menteri Dalam Negeri Afghanistan

Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di G7 telah sepakat untuk mengoordinasikan respons mereka terhadap Taliban.

Washington telah memblokir akses Taliban ke dana cadangan Afghanistan, yang sebagian besar dipegang oleh Federal Reserve New York.

Langkag AS untuk memastikan kelompok itu memenuhi janjinya dalam menghormati hak-hak perempuan serta hukum internasional.

Tetapi, para ahli mengatakan banyak dari pengaruh ekonomi itu akan hilang jika China, Rusia, atau negara lain memberikan dana kepada Taliban.

Italia, saat ini merupakan ketua G20 --yang mencakup juga China dan Rusia-- mencoba untuk menyelenggarakan pertemuan virtual kelompok negara-negara ekonomi utama itu mengenai Afghanistan.

Namun, sejauh ini tidak ada pengumuman soal tanggal penyelenggaraan. Aspek itu menunjukkan ada perselisihan di dalam kelompok tersebut.

Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pembicaraan telepon pada 29 Agustus 2021 bahwa masyarakat internasional harus berhubungan dengan Taliban dan "membimbing mereka secara positif".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved