Berita Badung
Gepeng Kembali Berkeliaran di Badung, Satpol PP Ungkap Setiap Hari Ada 3 Sampai 5 Orang Terjaring
Dijelaskan setelah operasi besar-besaran menyeluruh sebelum PPKM darurat sempat turun, namun saat ini mulai muncul lagi
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa wilayah Kabupaten Badung kini kembali terdapat gelandangan dan pengemis (Gepeng).
Bahkan gepeng tersebut kembali berkeliaran di setiap persimpangan jalan di Kabupaten Badung.
Jumlahnya pun meningkat selama pandemi Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengakui rata-rata 3 hingga 5 orang terjaring razia per harinya.
Kepala Satuan (Kasat) Satpol PP Kabupaten Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara tak menampik perihal tersebut.
Baca juga: Oknum Polisi di Badung Edarkan Sabu Divonis Bui 11 Tahun, Ngurah Menara Menerima, Jaksa Pikir-pikir
Dirinya mengakui personelnya kerap disibukkan dengan aksi kucing-kucingan gepeng dan pengamen tersebut.
"Jadi sekarang memang banyak kita temukan. Bahkan saat kita cari tidak ada, namun saat tidak dicari berkeliaran," katanya Kamis 9 September 2021.
Dirinya pun mengakui keberadaan gepeng itu semakin masif.
Dijelaskan setelah operasi besar-besaran menyeluruh sebelum PPKM darurat sempat turun, namun saat ini mulai muncul lagi.
Tak hanya itu, birokrat asal Denpasar ini juga mengakui kebingungan menindaklanjuti keberadaan Gepeng maupun pengamen yang terjaring.
Terlebih, saat libur atau di luar jam kerja, karena disyaratkan melakukan tes Antigen dan vaksinasi.
"Masalahnya saat ini kami selalu kebingungan tindak lanjut kalau dapatkan pengamen, gelandangan, gepeng dan lainnya. Terutama kalau mendapatkan di luar jam kerja atau libur, karena disyaratkan harus test Antigen dulu, saat ini ditambah harus sudah vaksin. Sedangkan, kami tidak punya tempat menampung mereka, termasuk konsumsinya selama nunggu proses," katanya.
Suryanegara mengaku sempat mengusulkan pembuatan rumah singgah untuk menampung Gepeng maupun pengamen yang terjaring razia, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.
Namun, rencana ini terkendala anggaran lantaran terdampak Pandemi Covid-19.
"Anggaran kena rasionalisasi ke penanggulangan bencana Covid-19," jelasnya.
Baca juga: Selama PO Masih Naikkan Penumpang di Luar Terminal,Made Sebut Terminal Mengwi Badung Tetap Akan Sepi
Dijelaskan sebelum diserahkan ke dinas Sosial, harus di rapid dulu dan lanjut vaksin.
Sehingga saat jam kerja dipastikan tidak ada masalah, tapi di luar jam kerja ini yang belum mendapatkan solusinya hingga saat ini.
"Jadi setelah menangkap, kita harus vaksin. Dimana kita taruh dan penanganan selanjutnya sebelum di pulangkan, itu yang sulit," ucapnya.
Sebelumnya, pihaknya telah menempatkan sejumlah personel untuk mengawasi Gepeng yang berkeliaran.
Bahkan menempatkan anggota pada beberapa tempat yang rawan, selain itu juga patroli menyusuri tempat-tempat yang sering ditempati gepeng.
"Jadi personel yang bertugas akan ditempatkan di setiap perempatan atau pertigaan jalan. Seperti, simpang McD di Jimbaran, simpang Benoa Squre, simpang Majapahit, simpang Imam Bonjol, simpang Nakula, simpang Mertanadi, simpang Kerobokan, simpang Gatsu," jelasnya sembari mengatakan itu langkah yang kita lakukan lagi
Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa gepeng itu dominan dari daerah Karangasem, kalau pengamen kebanyakan dari Jawa.
"Kalau jumlahnya dari tanggal 1 sampai 9 September ini baru 3 orang asal Jawa, yakni 1 cowok dan 2 cewek. Dan 1 WNA Rusia yang sudah direkomendasi untuk dideportasi oleh imigrasi, saat ini tinggal nunggu jadwal keberangkatan," pungkasnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/satpol-pp-badung-saat-mengamankan-gepeng-yang-berkeliaran-di-badung-pada-kamis.jpg)