Berita Bali
Gerimis Menemani, Caru Bayuh Bumi Berjalan Labda Karya
Pura Peninjoan, Besakih menjadi saksi bisu dari lancarnya upacara Dewa Yadnya caru Bayuh Bumi
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Bahkan dilakukan pula penanaman pohon.
"Memang pesertanya kami batasi, sesuai arahan dari Bendesa Adat Desa Besakih. Jadi peserta hanya sekitar 25 orang saja dan semua mengikuti protokol kesehatan yang ketat," tegas beliau.
Untuk itulah, beliau dan panitia tidak memberikan undangan ke para donatur dari karya suci ini.
Agar tidak menyalahi protokol kesehatan, dan tidak membuat klaster baru.
Walau demikian, beliau sangat berterima kasih kepada para donatur, karena berkat mereka karya suci untuk pembersihan jagat ini bisa terlaksana dengan baik.
Dana punia ada berupa uang, binatang yang akan dilepas-liarkan ke alam, donasi pohon, dan lain sebagainya.
Sampai upacara Bayuh Bumi ini berjalan baik dan labda karya.
Gerimis pun menjadi penanda hadirnya berkat dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Beliau berharap setelah ini, akan ada perubahan dan pandemi bisa berakhir.
Hal ini juga untuk menyongsong Bali Bangkit, sehingga kehidupan ekonomi dan kepariwisataan dapat cepat pulih kembali.
Baca juga: Pemkot Denpasar Gelar Upacara Wisuda Bumi, Upaya Niskala dalam Penanganan Pandemi Covid-19
Dasar pertimbangan pelaksanaan upacara tersebut, mengacu isi lontar Roga Sangara Bumi.
Dimana disebutkan, "....ritatkalaning ganti Kali Yuga bumi, Dewa matilar ing madya loka, mantuk ring Swarga Mahameru, ginantyaning Deming bumi sabumi, sami wwang kasurupan Bhuta...".
Artinya "...ketika pergantian bumi kaliyuga, para dewa meninggalkan buminya manusia, pulang ke sorga yang tertinggi, digantikan oleh bumi dalam keadaan yang tidak seimbang, manusia di bumi semua dirasuki bhuta...".
Dari keadaan kurangnya keseimbangan di dunia ini, sehingga timbul pandemi alam maupun pandemi buatan yang mengikuti Rta alam (sirkulasi alam).
"Disamping itu, kini kita menginjak pada sasih ketiga, yaitu salah satu Sasih Mala atau sasih yang sering membawa penyakit. Juga salah satu dari Sasih Mala siklus tiga bulanan ( ketiga, kaenem, kasanga, Sadha/Mala Sada)," sebut beliau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-rsi-bhujangga-melakukan-puja-dalam-upacara-caru-bayuh-bumi.jpg)