Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Sambut Gembira Pembukaan Pariwisata di Bali, Pantai Kuta, Tanah Lot dan Lainnya Mulai Dibuka

Bendesa Adat Kuta selaku pengelola Pantai Kuta Badung membuka barrier yang menutup akses utama masuk pantai, Rabu 8 September 2021.

Tayang:
Managemen DTW Tanah Lot
Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot pada hari pertama uji coba pembukaan tempat wisata di Tabanan, Rabu 8 September 2021 - Sambut Gembira Pembukaan Pariwisata di Bali, Pantai Kuta, Tanah Lot dan Lainnya Mulai Dibuka 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Surat Edaran Gubernur Bali No 15 Tahun 2021 khususnya poin nomor 2 yang menyatakan Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi 'Peduli Lindungi' disambut gembira oleh para pengelola tempat wisata.

Menindaklanjuti SE tersebut, Bendesa Adat Kuta selaku pengelola Pantai Kuta Badung membuka barrier yang menutup akses utama masuk pantai, Rabu 8 September 2021.

Barrier tersebut dibuka oleh prajuru Desa Adat Kuta dan banner bertuliskan “Pantai Ditutup Sementara” pun dicabut.

"Pantai Kuta kami uji coba buka kembali dengan kapasitas dibatasi maksimal 50 persen. Pedagang juga kami akan mulai bolehkan berjualan kembali, tetapi dengan catatan bagi mereka yang belum vaksinasi hingga tahap dua kami tidak bolehkan," ujar Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista, Rabu.

Baca juga: Di Hadapan Pengusaha & Kadin, Airlangga: Kondisi Covid yang Terkendali Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Pedagang yang diperbolehkan berjualan hanya sudah selesai melakukan vaksin Covid-19 dosis kedua, dimana mereka sudah lama menantikan ini.

Harapannya, setelah ini tidak ada nanti ditutup lagi sehingga masyarakat tetap dapat mengais rezeki.

Jika pariwisata Bali mulai bangkit, keterpurukan ekonomi masyarakat Kuta khususnya, dapat ikut membaik dari keterpurukan.

Pengawasan protokol kesehatan bagi pengunjung akan diperketat pihaknya menerjunkan Jagabaya dan Pecalang, serta wisatawan diharapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan pantai.

"Untuk pengawasannya akan kami perketat terjunkan petugas Jagabaya dan Pecalang untuk mengatur jumlah pengunjung dan pedagang. Serta akan diatur petugas memeriksa aplikasi PeduliLindungi kepada pengunjung serta pedagang karena pintu masuk kan banyak. Yang jelas kami ikuti aturan pemerintah," kata Wayan Wasista.

Ia mengimbau semuanya dapat menaati dan melaksanakan protokol kesehatan dengan 6M (memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan).

Sementara itu, pengelola Objek wisata Sangeh di Desa Sangeh, Abiansemal Badung tidak mau membuka diri dengan terburu-buru.

Pasalnya ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, salah satunya general cleaning atau pembersihan di beberapa titik objek wisata yang menyuguhkan kera tersebut.

Selain itu, memastikan perlengkapan dan sarana prasarana protokol kesehatan (Prokes) bagi pengunjung yang datang.

Pengelola Objek Wisata Sangeh, I Made Mohon mengaku, meski sudah jelas objek wisata sudah dibuka, namun pihaknya tidak mau terburu-buru.

"Belum buka hari ini (kemarin, Red). Tapi kami akan buka sesuai dengan SE Gubernur Bali. Apalagi memang ini yang kami harapkan," ujarnya, Rabu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved