Wawancara Khusus

Bincang dengan Jero Balian Bayu: Sembuhkan Pasien melalui Online

Kadek Bayu Desta Aryadana, yang akrab disapa Jero Bayu, adalah anak kedua dari balian kondang di Bali, Jero Balian Putu Robinson

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Jero Bayu
Jero Balian Bayu saat prosesi semedi hingga menyembuhkan pasien. Kadek Bayu Desta Aryadana, yang akrab disapa Jero Bayu, adalah anak kedua dari balian kondang di Bali, Jero Balian Putu Robinson. 

Tentunya proses pembelajaran ini, diarahkan oleh ayah saya dan energi tersebut mendapat pemberkatan langsung dari alam semesta (Bhuana Agung).

Pernahkah ada serangan sekala niskala selama menjalani dan mempraktikkan kehidupan spiritual?

Tentunya pernah, baik itu secara langsung di tempat atau niskala lewat mimpi. Tetapi serangan-serangan itu tidak berarti, karena pada dasarnya anugerah yang saya terima bersifat positif.

Yakni anugerah dari para dewa. Jadi apabila yang menyerang itu menggunakan unsur negatif atau unsur bhuta tentu bisa diatasi.
Jadi buat saya serangan-serangan itu tidak berarti selagi saya tetap menjalankan dharmaning agama dengan kebenaran.

Serta sebelum tidur saya selalu memohon perlindungan ke hadapan dewata dewati Nawa Sanga agar mendapat perlindungan dari segala penjuru mata angin.

Kontribusi ayah di dalam hidup Jero Bayu hingga saat ini seperti apa?

Kontribusi dan peran penting ayah saya dalam kehidupan keluarga sangatlah berharga bagi saya. Sejak usia 5 tahun saya dibesarkan tanpa sosok ibu.

Baca juga: Kisah Jero Bayu Gendeng, Indigo Sejak Kecil, Bayu: Saya Belajar Palmistri di Pulau Mermaid Thailand

Sehingga Jero Balian Putu Robinson adalah sosok ayah sekaligus ibu bagi saya. Perjalanannya menafkahi keluarga dengan keahlian kuli bangunan hingga mampu menyekolahkan saya dan kakak saya, sampai mencapai bangku SMK sangatlah keras dan penuh perjuangan.

Sehingga membuat saya kagum dan menghormati beliau. Balian bukanlah satu-satunya keahlian ayah saja, ayah saya memiliki banyak keahlian, misalnya di bidang engineering, pembangunan, furniture, ketok magic hingga peternakan.

Harapan dan cita-cita ke depan?

Harapan saya sebagai seorang penyembuh, semoga Ida Bhatara selalu memberkati proses pengobatan yang saya lakukan. Sehingga kian banyak umat Hindu, bahkan umat dari segala keyakinan yang bisa tertolong dari serangan unsur ilmu hitam.

Dan semoga saya ke depan semakin bisa menjadi lebih baik lagi. Khususnya dalam hal-hal spiritual, sehingga bisa berbagi ilmu pengetahuan yang saya miliki dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved