Breaking News:

Berita Denpasar

Soal Penerapan PTM, Disdikpora Sebut Akan Sesegera Mungkin Berlakukan, Berikut Ini Alasannya

Pemerintah pusat telah resmi menurunkan status PPKM di Bali menjadi level 3 sejak Senin 13 September 2021 lalu.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
ILUSTRASI- Pembelajaran Tatap Muka di sekolah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Pemerintah pusat telah resmi menurunkan status PPKM di Bali menjadi level 3 sejak Senin 13 September 2021 lalu.

Bahkan, keputusan itu juga dikuatkan dengan adanya Inmendagri No 42 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang dikeluarkan pada Selasa 14 September 2021 kemarin.

Pada PPKM level 3 tersebut sejumlah kelonggaran mulai diberlakukan oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah mulai diizinkannya pembelajaran tatap muka atau PTM.

Baca juga: Bioskop Mulai Kembali Buka Besok Termasuk di Bali, Ketua GPBSI: Protokol Kesehatan Ikuti Inmendagri

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Tunggu Keputusan Gubernur Terkait PTM di Sekolah 

Oleh karena itu, DPRD Bali bahkan sempat mendesak agar pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali segera membuka kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara tatap muka.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengakui hal tersebut.

“Untuk yang pertemuan tatap muka terbatas sesuai dengan Inmendagri 42 hari Senin kemarin Bali ke level 3, ada penurunan lah, disana sudah jelas dijelaskan, kalau di level 4 itu pembelajaran itu kan satu opsi, yakni PJJ pembelajaran jarak jauh,” kata dia saat dikonfirmasi, Rabu 15 September 2021.

Pun begitu, Boy menjelaskan bahwa dalam Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 itu sendiri dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar untuk wilayah yang menjalankan PPKM level 3 berlangsung denga dua opsi yakni PTM terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Untuk pembelajaran tatap muka terbatas sendiri dilakukan dengan kapasitas 50 persen kecuali, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen  (enam puluh dua persen) sampai dengan 100 persen (seratus persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

Kemudian, PAUD maksimal 33 persen (tiga puluh tiga persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

Hal ini menurut dia dikuatkan dengan SKB 4 Menteri, yakni yakni Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan & Kebudayaan, dan Menteri Agama yang berisi beberapa syarat kewajiban yang harus dipenuhi sekolah atau lembaga pendidikan sebelum menerapkan PTM.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved