Breaking News:

Berita Denpasar

BKSDA Bali Masih Tunggu Hasil Lab Owa Siamang, Sebelum Translokasi ke Sumatera

Owa Siamang yang diserahkan Bupati Badung Giri Prasta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali masih menunggu hasil laboratorium

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Dok. BKSDA Bali
Owa Siamang yang diserahkan Bupati Badung Giri Prasta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Owa Siamang yang diserahkan Bupati Badung Giri Prasta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan kesehatan sebelum translokasi satwa di Kalaweit, Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Kepala BKSDA Bali, R. Agus Budi Santosa saat dikonfirmasi wartawan ihwal perkembangan Owa Siamang tersebut pada Minggu 19 September 2021. 

"Setelah Owa Siamang dinyatakan sehat baru diserahkan ke Kalaweit, saat ini masih menunggu hasil Lab keluar, alat di Karantina rusak, jadi pindah ke Balai Besar Veteriner Denpasar, sehingga kemungkinan minggu depan baru keluar hasilnya," kata Agus.

Sebelumnya, ia memastikan Owa Siamang yang diserahkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dimiliki secara ilegal.

Baca juga: Bupati Badung Giri Prasta Serahkan Owa Siamang ke BKSDA Bali, Sampaikan Klarifikasi dan Minta Maaf

Baca juga: Kepala BKSDA Bali Pastikan Owa Siamang Milik Bupati Badung Dimiliki Secara Ilegal

"Kalau legal pasti saya tahu, yang saya bisa pastikan itu ilegal, itu aslinya tidak dari Bali bukan habitat endemik Bali. Tidak ada binatang itu bisa hidup di alam liar di Bali. Di Bali tidak ada jenis itu," tegas Agus

"Namun kita pastikan kembali apakah betul barang itu dari luar Bali apakah jangan-jangan sudah ada di Bali sejak induk-induknya lahir di Bali, itu yang kita pelajari lebih lanjut belum bisa saya sampaikan hari ini," imbuhnya.

Satwa ini dilindungi Undang-Undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi.

BKSDA Bali mendapat laporan informasi dari Jakarta bahwa ada warga di Bali yang tak lain ialah Bupati Badung Giri Prasta memelihara Owa Siamang dan agar menindaklanjuti.

"Kemarin sore saya mendapat berita dari Jakarta ada salah satu warga Bali memelihara satwa liar dilindungi, saya hubungi pagi-pagi belum diangkat, kemudian beliau menghubungi kami sekitar jam 9 pagi tadi katanya sudah on the way ke kantor kami untuk menyerahkan Mimi (Owa Siamang, red), setengah 11 siang ada prosesi membawa si Mimi diserahkan ke BKSDA bali," ucapnya.

Agus menyampaikan bahwa fokus BKSDA Bali saat ini adalah menyelamatkan Owa Siamang tersebut dan melakukan evaluasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved