Berita Gianyar
Desa-desa Wisata di Gianyar Sudah Siap Menerima Kunjungan Wisatawan dengan Prokes
Seiring mulai dibukanya sejumlah objek wisata di Bali, Desa-desa wisata di Kabupaten Gianyar pun tidak mau kehilangan momen.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Karsiani Putri
Di tempat berbeda, Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyasa juga menyatakan siap uji coba pariwisata.
Bahkan menurutnya, potensi wisata yang sebelumya dikembangkan lebih luas.
Dimana sebelumnya, pihaknya hanya menyiapkan wisata budaya, dengan Puri Sidan sebagai obyek.
"Selama pandemi ini, kami kembangkan lagi dengan obyek agrowisata organik. Wisata agro ini sudah selesai penataan seperti jalan setapak yang memudahkan akses wisatawan. Pada intinya kami siap, bahkan di obyek wisata sudah tersedia sarana prokes bahkan bila dibutuhkan aplikasi peduli lindungi kami akan siapkan," jelasnya.
Perbekel Lebih, Nyoman Gria Wahyuni menyebut kuliner Pantai Lebih juga disiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan.
"Kami berkoordinasi dengan desa adat, bagaimana teknisnya untuk menerima kunjungan agar pengunjung dan pengelola kuliner aman," ujarnya.
Hanya saja, Desa Belega belum siap untuk menerima kunjungan wisatawan.
Disebut Trisna Jaya, Desa Wisata Belega saat ini sedang mempersiapkan master plan desa wisata.
"Sebelum pandemi kami siapkan master plan, namun keburu pandemi covid, sehingga penataan tertunda," jelasnya.
Dikatakannya, Desa Wisata Belega ingin mewujudkan Kampung Bambu, yang juga dilengkapi dengan wisata kuliner yang maskotnya dominan bambu.
"Ya, saat ini kami belum siap, terkendala anggaran. Anggaran kami fokuskan ke penanganan covid, BLT dan padat karya tunai," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai-lebih-gianyar-bali-menyajikan-kuliner-laut-dengan-harga-terjangkau.jpg)