Berita Denpasar

Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar Akan Lakukan Penataan Pedagang Pelataran di Pasar Badung

Pihaknya pun akan melakukan kajian terkait keberadaan pedagang pelataran yang berada di kawasan Pasar Badung.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar
ILUSTRASI- pedagang pelataran yang berada di kawasan Pasar Badung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah melakukan penataan di depan Pasar Badung yang merupakan satu rangkaian dengan penataan kawasan Gajah Mada, Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar berencana menata pedagang pelataran.

Pihaknya pun akan melakukan kajian terkait keberadaan pedagang pelataran yang berada di kawasan Pasar Badung.

Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu terkait dengan penataan pedagang.

“Seperti apa tampilannya kedepan, harus pula sesuai dengan kondisi tampilan gedung yang sudah ditata ini,” kata Kompyang, Senin 20 September 2021.

Ia mengatakan, untuk di pelataran Pasar Badung sejak awal berdirinya sudah menerapkan aktivitas pasar selama 24 jam.

Namun kini, dengan penataan yang dilakukan, aktivitas Pasar Badung hanya sampai pukul 17.00 Wita.

“Ini juga kami pertimbangkan dan kaji, apakah akan kembali jadi 24 jam seperti dulu atau bagaimana,” katanya.

Dikatakan, penataan yang perlu juga akan dilakukan, yakni terkait dengan kondisi lapak-lapak yang ada di pelataran.

Apakah nanti ada keseragaman atau seperti apa, dan semua itu perlu kajian lebih detail.

“Inilah yang perlu dibahas dulu, seperti apa wajahnya nanti setelah penataan selesai,” katanya.

Baca juga: PTM Hari Pertama Digelar di SMK PGRI 3 Denpasar, Komang Ayu Antusias

Baca juga: Hari Pertama Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Wali Kota Denpasar, Ada Beberapa Kendala

Sementara itu, pengerjaan penataan kawasan jalan Gajah Mada dan Pasar Kumbasari sudah mencapai 45 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta.

“Sampai saat ini sudah 45 persen, ini karena kami pakai metode kerja yang sesuai dimana penggarapan dimulai dari bawah, yakni yang berada di sungai sehingga tidak terkendala saat musim hujan,” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan sudah ada beberapa item pekerjaan yang tuntas seperti pemasangan fondasi, dasar untuk patung dan beberapa tiang pancang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved