Breaking News:

Berita Bali

Risiko Peningkatan Kasus Masih Tinggi, Menko Luhut Minta Masyarakat Untuk Tidak Euforia

Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui strategi PPKM level pada tiap kabupaten dan kota di tiap provinsi menunjukkan hasil yang positif. 

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Dok Humas Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUN-BALI.COM - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui strategi PPKM level pada tiap kabupaten dan kota di tiap provinsi menunjukkan hasil yang positif. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto selaku Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan berbagai capaian PPKM secara virtual Senin 20 September 2021.

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut menyebutkan, khusus untuk wilayah Jawa-Bali terjadi penurunan kasus hingga berada di bawah angka 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60.000. 

Selain itu, berdasarkan data dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98. 

Angka ini berarti setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang.

“Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri. Namun jangan hanyut dalam Euforia. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Menko Luhut dengan mimik serius.

Soal capaian positif ini, Menko Luhut memastikan bahwa tidak ada lagi kabupaten atau kota yang berada di level 4 untuk wilayah Jawa-Bali. 

Kemudian untuk wilayah Luar Jawa-Bali, masih ada 1 daerah yang berada di level 4.

Tentang kondisi PPKM di wilayah luar Jawa dan Bali, Menko Perekonomian mengungkapkan bahwa selama 2 minggu mulai dari 4 September hingga 18 September 2021 telah mengalami penurunan tingkat asesmen. 

Dari evaluasi itu, sebanyak 15 kabupaten/kota turun dari level 4 ke level 3 dan 7 kabupaten atau kota turun dari level 3 ke level 2. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved