Breaking News:

Berita Gianyar

Kunjungi Tuksedo Studio, Menparekraf Sandiaga: Kita Melihat Satu Inovasi yang Luar Biasa

Dalam kunjungan kerja hari pertama di Bali, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Tuksedo Studio

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Zaenal Nur Arifin
Menparekraf saat melihat-lihat proses produksi dan modifikasi kendaraan klasik di Tuksedo Studio 

TRIBUN BALI.COM, GIANYAR - Dalam kunjungan kerja hari pertama di Bali, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Tuksedo Studio sebagai salah satu pusat produksi berbagai kendaraan klasik di Indonesia, Jumat 24 September 2021.

Disana selain sempat berkeliling melihat-lihat proses produksi dan modifikasi kendaraan klasik, Menparekraf Sandiaga Uno juga berkesempatan unliving kain hitam penutup dua unit mobil klasik produksi Tuksedo Studio.

"Hari ini kita melihat satu inovasi yang luar biasa dan kita sangat apresiasi karya anak bangsa ini. Tentunya dari Kemenparekraf, Kadin, MPR RI dan IMI sangat mengapresiasi," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Ia menambahkan lapangan kerja luas terbuka disini sama seperti di Eropa dan di pusat-pusat otomotif dunia, hadir sekarang di Tuksedo Studio Bali.

Sandiaga mengaku berbicara dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali jika hal ini (produksi berbagai kendaraan klasik) diseriuskan, mudah-mudahan added value atau nilai tambahnya membawa lapangan kerja dan membawa Bali bangkit.

Dan mudah-mudahan pada kuartal IV tahun 2021 ini perekonomian dapat positif pertumbuhannya untuk meminimalisir negatif di kuartal ke III.

"Jadi harapan kita Tuksedo Studio ini akan membawa satu semangat baru dan optimisme agar kita segera bangkit," imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Dirinya berjanji akan mencarikan terobosan regulasi karena di UU No.24 tahun 2019 ada satu celah yang bisa kita bangun, mungkin terobosannya dari ekonomi kreatif dan pariwisata karena ini bisa jadi destinasi pariwisata untuk ekonomi kreatif.

Potensi produksi berbagai kendaraan klasik ini sangat luar biasa, satu dari lapangan kerja yang tercipta, kedua nilai tambah karena aslinya mobil-mobil yang di buat disini nilainya itu bisa jutaan poundsterling.

"Jadi dengan peningkatan nilai tambah seperti ini ekonomi Bali akan bergerak kembali dan akan terbuka lapangan kerja seluas-luasnya," imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Dan Kemenparekraf siap menampung kreativitas modifikasi anak-anak bangsa selain motor modifikasi dan mobil modifikasi.

Tuksedo Studio mampu memproduksi dan memodifikasi berbagai merk mobil klasik.

Baca juga: UPDATE: Menparekraf Bahas Pentahapan Pembukaan Bali Bersama Stakeholder Pariwisata

Baca juga: Pria Mabuk Jadi Korban Penusukan di Kesiman Denpasar, Dilarikan ke RS Sanglah

Dari mulai Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954-1957), Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958), dan berbagai mobil klasik lainnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved