Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Kasus Positif Covid-19 Menurun, BOR Isolasi RS di Denpasar Rata-rata 15,77 Persen

Rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di rumah sakit di Denpasar sebanyak 15,77 persen.

Pemkot Denpasar
Juru Bicara Satgas  Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di rumah sakit di Denpasar sebanyak 15,77 persen.

Di mana, dari 729 bed yang tersedia di 16 rumah sakit, hanya terpakai sebanyak 109 bed.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan hal ini karena Denpasar sudah mengalami penurunan kasus positif Covid-19 yang signifikan.

Baca juga: Hanya Tersisa Dua Isoter di Denpasar, Jubir Satgas Covid-19: Kami Fokuskan di Dua Tempat Itu

Bahkan menurutnya, awal-awal penerapan PPKM, kasus positif Covid-19 di Denpasar sempat menyentuh angka 600-an kasus perharinya.

“Namun belakangan kasus terus menurun menjadi 300 kasus, 100 kasus, bahkan belakangan rata-rata 30-an kasus. Dari dua digit sudah menjadi satu digit,” kata Dewa Rai saat diwawancarai Minggu, 26 September 2021.

Dewa Rai menambahkan, selain terjadi penurunan kasus positif harian, angka kesembuhan juga semakin meningkat.

Baca juga: Nganggur Akibat Pandemi, Nengah Bayung Terpaksa Ngamen di Tohpati Denpasar, Hidupi Tiga Anak

Dengan adanya penurunan kasus positif harian ini, Bed Occupancy Rate (BOR) baik di tempat isolasi terpusat (Isoter) maupun di rumah sakit yang ada di Denpasar mengalami penurunan.

“Rata-rata BOR isolasi untuk di rumah sakit yang ada di Denpasar menurun dan saat ini hanya 15,77  persen. Ini dikarenakan penurunan kasus positif harian,” katanya.

Selain itu, untuk BOR ICU juga mengalami penurunan di mana rata-rata BOR ICU untuk RS di Denpasar yakni 10,76 persen.

Baca juga: Pengaruh Miras, 3 Pemuda Terlibat Lakalantas di Denpasar, Imron Alami Patah Tulang Paha

Dari data, diketahui untuk RSUD Wangaya dari 94 tempat tidur yang ada, terpakai 14 atau 14,89 persen.

Sementara untuk ICU, dari 12 bed terpakai 4 bed atau 33,33 persen.

Untuk RSUP Sanglah, dari 108 bed isolasi terpakai sebanyak 9 bed atau 8,33 persen.

Sedangkan untuk ICU, dari 123 bed terpakai 38 bed atau 22,76 persen.

Dan untuk RS Bali mandara bed isolasi yang terpakai 11,22 persen atau dari 98 bed terpakai 11 bed.

Sedangkan untuk ICU, dari 23 bed terpakai 6 bed atau 26,09 persen.

Selain itu, ada juga 13 RS non rujukan di Denpasar yang merawat pasien Covid-19.

RS TK II Udayana memiliki 48 bed untuk isolasi terpakai 11 bed atau 22,92 persen.

Sementara untuk ICU terpakai 0 bed dari 3 bed yang tersedia.

RS Surya Husada memiliki 52 bed isolasi dan terpakai 11 bed atau 21.15 persen.

Untuk ICU, dari 5 bed terpakai 2 bed atau 40 persen.

RS Balimed Denpasar memiliki 40 bed isolasi dan terpakai 5 bed atau 12,5 persen.

Dari 50 bed yang tersedia di RSU Prima Medika, terisi sebanyak 6 bed atau 12 persen.

RS Bali Royal memiliki 29 bed dan terpakai 5 bed atau 17,24 persen.

RS Kasih Ibu Denpasar memiliki 26 bed dan terpakai 6 bed atau 23,08 persen.

Sementara untuk ICU, dari 2 bed tak ada yang terpakai.

Untuk RSU Puri Raharja, dari 43 bed terpakai 5 bed atau 11,63 persen.

RSU Dharma Yadnya menyediakan 43 bed dan terpakai 2 bed atau 4,65 persen.

RS Ibu dan Anak Puri Bunda tersedia 5 bed dan terpakai 1 bed atau 20 persen.

RSU Bhakti Rahayu memiliki kapasitas 17 bed terpakai 2 bed atau 11,76 persen.

RS Bhayangkara Denpasar memiliki 54 bed terpakai 14 bed atau 25,93 persen.

RSU Surya Husada Ubung memiliki 20 bed terpakai 7 bed atau 35 persen.

Juga memiliki 2 bed ICU dan terisi 1 bed.

Sementara untuk RSIA Harapan Bunda dari 2 bed yang tersedia tak terpakai semua. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved