Berita Tabanan

Seluruh Pegawai di Pemkab Tabanan akan Dites Antigen,Percepatan Deteksi Kasus Baru Agar Tak Menyebar

Tujuannya untuk menekan penularan kasus baru terutama kepada mereka yang bertugas langsung memberikan layanan publik secara tatap muka

Tribun Bali/Rizal Fanany
ilustrasi tes antigen - Seluruh Pegawai di Pemkab Tabanan akan Dites Antigen, Percepatan Deteksi Kasus Baru Agar Tak Menyebar 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan saat ini sedang mempersiapkan rencana melakukan testing dengan rapid antigen kepada seluruh pegawai di OPD Pemkab Tabanan.

Tujuannya untuk menekan penularan kasus baru terutama kepada mereka yang bertugas langsung memberikan layanan publik secara tatap muka.

Kegiatannya nanti akan dilakukan aecara bertahap mengingat keterbatasan petugas.

"Kita sudah lakukan pembahasan sebelumnya untuk kegiatan testing agar digencarkan.

Baca juga: 45 Daun Gamelan Bali Kuno di Bale Gong Pura Dalem Suralaga Tabanan Digondol Maling

Ini bertujuan penemuan kasus terkonfirmasi maupun kontak erat kasus positif COVID-19, sehingga bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dengan harapan dapat menekan terjadinya kasus terburuk maupun kematian," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, Minggu 26 September 2021.

Menurutnya, meskipun sudah terjadi penurunanan kasus sejak beberapa waktu lalu, pihaknya tak mau lengah.

Sehingga deteksi dini dengan menyasar semua OPD merupakan salah satu langkah yang efektif dilakukan.

"Penurunan kasus kali ini kita jadikan momen lebih melakukan percepatan penanganan Covid 19, termasuk juga sudah paham bahwa untuk segera mengakhiri pandemi harus temukan semua kasus, jangan sampai berkeliaran," tegasnya.

Disinggung mengenai jumlah testing yang akan dilakukan nantinya, dr Suratmika menyebutkan kemungkinan akan bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Jika biasanya, rata-rata petugas hanya bisa melayani 50-100 orang dalam sekali pelaksanaan. Sehingga nantinya akan menyasar satu OPD dilakukan satu hari.

"Nanti akan dilakukan bertahap karena tidak bisa serentak. Mungkin satu hari satu kantor mencari kasus, termasuk memperhitungkan petugas dan sarana.

 Intinya kegiatan ini untuk menyisir dan menemukan semua kasus, kalau ketemu langsung ditangani sehingga tidak lagi menyebarkan ke orang lain terutama mereka yang belum tervaksinasi lantaran terkendala faktor kesehatan," jelasnya.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, BPBD Tabanan juga sudah melakukan penjadwalan untuk pelaksanaan rapid antigen.

Termasuk untuk ketersediaan alat rapid antigen, bulan Agustus kemarin Kabupaten Tabanan sudah mendapatkan droping sebanyak 20 ribu.

Baca juga: Persiapan PTM Bulan Oktober di Tabanan, Guru Belum Vaksin Tak Diizinkan Mengajar 

"Intinya mari kita tekan kasus ini sama-sama. Dan jika prokes dilalaikan oleh masyarakat terutama kerumunan, mungkin saja gelombang tiga bisaa terjadi, apalagi jika memang tahun baru nanti bebas mudik disinyalir timbul gelombang ketiga.

Untuk mengantisipasi itu kami dari pemerintah tentunya melakukan langkah pencegahan sejak dini," tandasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved