Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Warga Sibetan Karangasem Ni Nengah GR Nekat Akhiri Hidup Diduga Karena Depresi

Peristiwa nahas itu terjadi di ranting pohon jeruti yang berada di sebelah barat rumah pelaku, Desa Sibetan,  Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Petugas kepolisian menggelar olah TKP di lokasi kejadian di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ni Nengah GR warga asal Sibetan, Kecamatan Bebandem mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Minggu (26/9/2021).

Peristiwa nahas itu terjadi di ranting pohon jeruti yang berada di sebelah barat rumah pelaku, Desa Sibetan,  Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Informasi di lapangan, yang pertama melihat pelaku gantung diri yakni I Ketut KR.

Saat itu yang bersangkutan hendak mencuci gelas untuk membuat kopi.

Baca juga: Mayat Sejoli Ditemukan Sekamar, Diduga Sewa Kamar untuk Akhiri Hidup

Saksi kaget melihat pelaku dalam kondisi gantung diri. Yang bersangkutan langsung teriak minta bantuan kepada keluarga & tetangganya.

Beberapa menit kemudian, warga dan anak pelaku datang. Kemudian langsung memotong slendang kain yang digunakan untuk gantung diri.

Sayangnya, nyawa pelaku tidak bisa diselamatkan.

Keluarga korban menyampaikan ke Kepala Dusun (Kadus) dan dilanjutkan ke kepolisian.

Kapolsek Bebandem, AKP I Wayan Gede Wirya, membenarkan kejadian itu.

Mendengar info tersebut, petugas dan tim medis dari Puskesmas Bebandem ke lokasi untuk melaksanakan olah TKP serta memeriksa  yang bersangkutan.

Hasilnya, pelaku dinyatakan telah meninggal dunia. Tidak ada tanda  kekerasan di tubuhnya.

"Korban (pelaku red) gantung diri dengan menggunakan selendang kain berwarna merah muda, panjang 230 centi,  memakai baju kaos oblong lengan pendek, memakai jaket warna ungu," kata AKP I Wayan Gede Wirya.

Pihak keeluarga, ikhlas terima kematian pelaku dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Motifnya, pelaku nekat mengakhiri hidup diperkirakan karena depresi akibat mengidap penyakit migren atau vertigo menahun yang tidak kunjung sembuh.

Baca juga: Mendadak Geger, Pasien Covid-19 Akhiri Hidup di Kamar Mandi Rumah Sakit di Jembrana

Rencananya, pelaku akan dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk dilakukan scan saraf yang dijadwalkan di hari Selasa tanggal 28 September mendatang.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved