Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Kuta Sepi, Kusir Delman Ini Buka Jasa Kuda Keliling di Taman Pancing Denpasar

Redupnya pariwisata di Kuta, membuatnya dan kawan-kawannya memutar otak agar tetap dapat menyambung hidup.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Jasa kuda keliling di Taman Pancing pada, Senin (27 September 2021). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Diapit dengan situasi pandemi Covid-19 membuat semua orang saat ini mencoba berbagai peruntungan. Salah satunya pada kusir delman, Muhammad Hanafi (50).

Redupnya pariwisata di Kuta, membuatnya dan kawan-kawannya memutar otak agar tetap dapat menyambung hidup.

Akhirnya Ia dan teman-temannya berinisiatif untuk membuka jasa kuda keliling di Taman Pancing, Pemogan, Denpasar.

"Sudah tiga bulanan saya membuka jasa kuda ini, sebenarnya ini karena saking jenuh diam di rumah hampir dua tahun kuda saya makan dan tidur di kandang jadi liar dia. Jadi sama teman konsultasi dan akhirnya kita coba buka jasa ini di Taman Pancing," katanya pada, Senin (27 September 2021).

Baca juga: Tawarkan Mobil Mewah di Kuta Bali, Zulkifli Tipu Korban Pensiunan PNS Hingga Merugi Rp 35 Juta

Awal ia membuka jasa kuda ini, diakuinya masih sepi peminat.

Lalu selang berjalannya waktu, mulai banyak khususnya anak-anak penasaran untuk menunggangi kudanya.

"Pertamanya sepi terus coba akhirnya Alhamdulillah bisa bertahan untuk beli rumput. Tergantung customer ya kalau anak kecil dua anak bisa naik, kalau dewasa 1 kuda 1 orang.

Untuk tarifnya sendiri anak-anak Rp 10 ribu dewasa Rp 20 ribu. Menungganginya satu kali bolak balik," paparnya.

Hanafi juga membagikan kisahnya dimana ia sudah menjadi kusir delman sejak tahun 1987 dan mangkal di Kuta yang notabenenya merupakan daerah pariwisata.

Pria yang berasal dari Pemogan ini juga mengatakan penghasilannya mangkal di Taman Pancing jauh berbeda ketika pariwisata masih jaya di Kuta.

"Lebih jauh tinggi penghasilan dokar. Kalau dokar masih normal saya dapat Rp. 300 ribu sehari kalau ini sehari tak pasti. Ramainya di hari Minggu bisa dapat Rp. 150 ribu kalau hari biasa Rp. 30 ribu atau Rp. 50 ribu karena udah banyak juga ada kuda jadi ganti-gantian," terangnya.

Sementara dari segi keamanannya, Hanafi menjamin kudanya sudah jinak dan aman untuk ditunggangi. Dan untuk mangkal di Taman Pancing ini, Hanafi dan teman-temannya belum ditarik iuran sewa.

"Kita kudanya yang sudah jinak jadi kita bisa kontrol anak-anak bisa kita awasi kalau kuda liar kita tidak berani. Kemarin memang rencananya kota Denpasar menjadikan taman pancing untuk tempat pariwisata, tapi karena belum jadi belum berbayar sewa nya disini," jelasnya.

Salah satu pengunjung yang ikut menunggangi kuda yakni, Mila Usnida sangat antusias karena ada hiburan lain selain piknik di areal Taman Pancing.

Baca juga: Sambut Pembukaan Wisman, Dispar Badung Usulkan Wisatawan Dikarantina 2 Hari Saat Hasil Sweb Negatif

Dan menurut ibu dari dua anak ini, harga Rp. 10 ribu termasuk terjangkau untuk menunggangi kuda di Taman Pancing.

"Menurut saya bagus ya ada hiburan kuda disini, bisa buat anak-anak. Dan untuk harga Rp. 10 ribu ya worth it lah. Semoga nantinya bisa ada hiburan lain juga di Taman Pancing, agar banyak pilihan," ucap, Mila. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved