Breaking News:

Berita Badung

Sambut Pembukaan Wisman, Dispar Badung Usulkan Wisatawan Dikarantina 2 Hari Saat Hasil Sweb Negatif

Pemerintah Kabupaten Badung menyambut baik kabar pembukaan pariwisata di Bali.

Tribun Bali/Agus Aryanta
Plt Kepala Dispar Badung, Cokorda Raka Darmawan (kiri) saat rapat bersama DPRD Badung pada Senin 27 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung menyambut baik kabar pembukaan pariwisata di Bali.

Kendati demikian pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Badung meminta agar wisatawan yang baru datang dikarantina dua hari saja.

Itu pun dengan catatan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di bali kembali di swab dengan hasil negatif.

Pasalnya jika dikarantina terlalu lama wisatawan bisa jenuh.

Baca juga: Bersiap untuk Pembukaan Pariwisata Bali, Pemprov Targetkan Kunjungan Wisman dari 4 Negara Ini

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Bali Melandai, Cok Ace: Bali Siap Menyambut Wisman

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan tak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku Pemerintah pusat juga menyediakan lima tempat karantina untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali.

"Jadi pemerintah pusat yang menunjuk  lima hotel di kawasan Nusa Dua menjadi lokasi karantina," katanya saat ditemui usai rapat dengan Komisi II DPRD Badung pada Senin 27 September 2021.

Birokrat asal Ubud ini mengakui  sesuai dengan kebijakan pusat, wisatawan yang berkunjung ke Bali wajib menjalani karantina selama 8 hari di hotel tersebut, di antaranya Grand Hyatt dan St Regis. Kendati demikian pihaknya mengaku itu terlalu lama jika hasil yang ditunjukkan wisatawan sudah negatif.

"Kami sempat usulkan agar dikarantina cukup dua hari. Dengan pertimbangan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di bali kembali di swab. Setelah hasil kelar hasil dan negatif boleh memilih hotel dan berwisata," kata Cok Darmawan.

Bila hasil swab positif, maka wisatawan tersebut wajib dibawa ke rumah sakit rujukan pemerintah. Bahkan katanya terdapat tiga rumah sakit rujukan, RS Sanglah, RS Udayana dan RS Bali Mandara.   

Baca juga: Wacana Pembukaan Bali untuk Wisman Oktober 2021, Menparekraf Sandiaga Siapkan Paket Wisata Adaptasi

"Untuk semua biaya karantina itu ditanggung oleh wisatawan. Jadi kita menyiapkan sesuai dengan prokes,"  jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved