Berita Bangli
Kapendam IX/Udayana Sebut TMMD ke-112 di Bangli Bagaikan Gali Mutiara Terpendam
Kapendam IX/Udayana menjelaskan, program TMMD yang menyentuh pembangunan fisik infrastruktur maupun kegiatan non fisik
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI, BANGLI - Mutiara terpendam, itulah kiasan yang disematkan oleh seorang Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letkol Kav Antonius Totok, untuk sebuah kegiatan sosial bertajuk Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Peluh keringat anggota TNI dan masyarakat menetes bak menggali mutiara terpendam.
Ya, mutiara terpendam itu ialah kesejahteraan maayarakat di pedesaan dan daerah terisolir.
Seperti halnya yang kini tengah berlangsung TMMD ke-112 di wilayah Kodim 1626/Bangli, Desa Pengotan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Baca juga: Anggota DPRD Bangli Apresiasi Pelaksanaan TMMD ke-112 di Desa Pengotan
Mutiara atau kesejahteraan itulah yang kini bersama-sama digali TNI AD bersama masyarakat Desa Adat setempat.
Kapendam IX/Udayana menjelaskan, program TMMD yang menyentuh pembangunan fisik infrastruktur maupun kegiatan non fisik ini.
Diharapkan mampu membuka potensi dan sumber daya di wilayah sasaran sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang selama ini masih terbatas.
“Kita ketahui bersama, bahwa sejatinya Indonesia merupakan daerah yang subur dan kaya akan sumber daya alamnya.
Potensi-potensi ini belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat karena pembangunan yang belum merata," ujar Letkol Kav Antonius Totok kepada Tribun Bali, Selasa 28 September 2021.
"Hal inilah yang kita gali dan bangkitkan sebagai upaya memajukan perekonomian rakyat yang selama ini belum tereksplorasi dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," sambungnya.
Pelaksanaan TMMD mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan, terpencil, terluar maupun terisolir dalam meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan.
Dalam melaksanakan program TMMD TNI mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat serta keterlibatan penuh dari masyarakat untuk menuntaskan sasaran pemerataan pembangunan.
Di Desa Pengotan program TMMD menyasar pembukaan jalan sepanjang 850 meter.
“Urgensi pada sasaran ini, dimaksudkan untuk mempermudah akses masyarakat dalam melaksanakan upacara ngaben.
Baca juga: TMMD 112 Resmi Dibuka, Targetkan Akses Jalan Baru Sepanjang 850 Meter di Desa Pengotan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sinergitas-tni-dan-masyarakat-dalam-melaksanakan-program-tmmd-ke-112.jpg)