Breaking News:

Berita Jembrana

Bertahan di Tengah Pandemi, Ekspor Cokelat Jembrana ke Belanda Capai Ratusan Kilogram per Bulan

Owner Cho JaenSan, I Putu Mawa mengatakan, bahwa di tengah pandemi saat ini memang permintaan cokelat tidak terlalu banyak.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Proses pembuatan Cokelat dan Hasil Cokelat yang ditunjukkan Owner Cho Jaensan Cokelat Jembrana, I Putu Mawa, Kamis 30 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Di tengah pandemi, sektor pariwisata Bali ambruk karena tidak adanya kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, sektor perkebunan, pertanian perikanan dan peternakan masih bertahan.

Begitu juga dengan sektor perkebunan kakao di Jembrana yang masih bertahan.

Meskipun, permintaan dari luar negeri tidak maksimal seperti biasanya.

Baca juga: Diduga Ada Masalah dengan Pacar, Pemuda 19 Tahun di Jembrana Nekat Gantung Diri

Owner Cho JaenSan, I Putu Mawa mengatakan, bahwa di tengah pandemi saat ini memang permintaan cokelat tidak terlalu banyak.

Hanya sekitar 300 hingga 500 kilogram per bulannya.

Berbeda dengan biasanya sebelum pandemi, yang mencapai hingga 2 hingga 5 ton per bulan.

Namun, pihaknya mengaku masih bersyukur karena cokelat Jembrana masih mendapatkan posisi tawar di Eropa.

Terutama di Belanda, Norwegia Swiss, dan beberapa negara lainnya.

“Ya kalau sekarang kami masih beruntung masih saja ada permintaan 300 hingga 500 kilogram untuk ke Belanda. Kalau lainnya kecil paling 20 hingga 50 kilogram saja,” ucapnya, Kamis 30 September 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved