Berita Gianyar

Kursi DPRD Gianyar Berpeluang Naik Jadi 45, Sekretaris DPRD: Masih Menunggu Keluarnya DAK2

Jumlah kursi DPRD Gianyar, berpotensi besar bertambah, dari 40 kursi menjadi 45.

Istimewa
Pimpinan Fraksi DPRD Gianyar saat konsultasi ke pusat terkait penambahan kursi di DPRD Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -  Jumlah kursi DPRD Gianyar, berpotensi besar bertambah, dari 40 kursi menjadi 45.

Kabar tersebut muncul setelah pimpinan Fraksi DPRD Gianyar berkonsultasi ke KPU pusat dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil RI, Kamis 30 September hingga 1 Oktober 2021.

Sekretaris DPRD Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra yang mendampingi pimpinan Fraksi DPRD Gianyar dalam konsultasi tersebut, membenarkan adanya peluang besar pertambahan kursi dewan.

Baca juga: Dewan Kapidada Bagikan Bingkisan kepada Kuli Panggul dan Tukang Suwun di Pasar Blahbatuh Gianyar

Dia menceritakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya mendatangi KPU Pusat, diterima oleh Ketua Bidang Hukum dan Pengawasan KPU RI, Hasyim Asy'ari dan Dewa Made Wiarsa Raka Sandi selaku moderator KPU pusat.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengetahui mekanisme dan aturan penambahan kursi.

Pihaknya pun bersyukur lantaran pertemuan tersebut sesuai harapan.

Di mana, kata Kujus peluang penambahan kursi di DPRD Gianyar cukup besar.

Baca juga: Bantu Sediakan Stok Darah, Kodim 1611/Gianyar Gelar Baksos Donor Darah

Hal itu berdasarkan Peraturan KPU nomer 16 tahun 2017 tentang penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten/kota dalam pemilu.

Dalam PKPU tersebut dijelaskan, ketika jumlah penduduk suatu daerah sebanyak 500 ribu+1 jiwa sampai dengan 1 juta jiwa, maka jumlah kursi di DPRD boleh 45.

"Dari konsultasi kemarin, kami mendapat penjelasan bahwa secara aturan atau regulasi sudah jelas bahwa jika jumlah penduduk 500 ribu +1 jiwa sampai 1 juta jiwa, jumlah kursi di DPRD bisa 45 kursi. Saat ini jumlah penduduk Gianyar sudah lebih dari 500 ribu," ujarnya.

Baca juga: Sudah Dibuka, Pendapatan Gianyar dari Objek Wisata Rp 2 Juta Per Hari

Namun Kujus mengatakan, penambahan kursi tersebut butuh proses.

Di mana proses yang paling menentukan adalah ketika Data Agregat Kependudukan Per-Kecamatan (DAK2) untuk Kabupaten Gianyar telah dikeluarkan oleh KPU pusat.

Sebab DAK2 tersebut merupakan regulasi penghitungan jumlah kursi suatu daerah.

"Proses penambahan kursi baru bisa dimulai setelah DAK2 dikeluarkan. Data DAK2 ini memakai Data Kependudukan Bersih (DKB) semester 2 Disdukcapil Gianyar. Karena itu,  Januari 2022 sebelum DAK2 keluar, DKB semester 2 ini sudah harus diserahkan ke pusat," ujarnya. 

Baca juga: Makan Korban Jiwa, Kapolsek Payangan Sebar Anggota Cari Pelaku Pencuri Bebek di Gianyar

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved