Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Badung

Tangkapan Nelayan di Badung Capai 1.219 Ton, Dinas Perikanan Minta Waspada Melaut Saat Cuaca Ekstrem

Kendati demikian, saat intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang yang sudah masuk Bali membuat nelayan harus berhati-hati

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tangkapan nelayan di Kabupaten Badung disebut-sebut masih kategori stabil.

Kendati demikian, saat intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang yang sudah masuk Bali membuat nelayan harus berhati-hati.

Dinas Perikanan Kabupaten Badung pun mengimbau agar para nelayan untuk mulai waspada saat melaut atau menangkap ikan.

Saat menangkap ikan diharapkan melihat kondisi cuaca dan kesiapan alat pengaman, sehingga tidak terjadi insiden saat melaut akibat cuaca buruk.

Baca juga: Terkait Karantina 8 Hari untuk Wisman, PHRI Badung Sebut Semua Aturan Pemerintah Pusat

"Karena cuaca yang tidak menentu ini saya mengimbau kepada para bendega (nelayan) untuk tetap mencermati kondisi cuaca, memperhatikan imbauan BMKG, mencermati kondisi terkini di laut," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana saat dikonfirmasi Selasa 5 Oktober 2021

Pihaknya mengatakan cuaca ekstrem juga akan berpengaruh pada jumlah tangkapan nelayan.

Namun, untuk saat ini tangkapan nelayan masih stabil, yakni total produksi hingga September mencapai 1.285,33 ton.

"Jadi produksi itu terdiri dari hasil tangkap 1.219,46 ton dan budidaya 65,87 ton. Angka ini tergolong stabil, hanya saja saya tidak bisa dibandingkan dari tahun sebelumnya, karena kurang hafal," katanya.

Menurutnya dengan kondisi cuaca seperti sekarang, hasil tangkapan nelayan bersifat fluktuatif tetapi para bendega di Badung banyak juga yang masih melaut.

Kendati demikian nelayan memahami kondisi cuaca, namun cuaca ekstrem tidak dapat diprediksi sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi.

"Yang terpenting melengkapi diri dengan alat pelindung diri. Seperti life jacket, alat komunikasi, memperhatikan kondisi sarana prasarana perahu atau jukung," pesannya.

Terkait, inovasi teknologi penangkapan ikan berbasis android (Fish-Go) yang diberikan pemerintah setempat, Suardana mengaku potensi laut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

"Terpenting dapat menarik minat generasi muda dan mampu melahirkan regenerasi nelayan di Badung," ucapnya.

Fitur-fitur yang dikembangkan dalam aplikasi Fish-Go diantaranya; fitur cuaca, fitur pasang surut gelombang, fitur SOS, fitur hasil penangkapan ikan, menu jenis ikan yang diprediksi, menu pemantauan user, fitur pemasaran ikan dan fitur IOT Fishfinder.

Baca juga: PHRI Badung Sebut 14 Negara Ini Jadi Sasaran Saat Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali

"Kami buat inovasi ini agar nelayan semakin sedikit waktunya di laut, hasil tangkapannya lebih banyak dan selamat di laut dengan mengetahui cuaca, kondisi ombak termasuk perubahan arus.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved