Breaking News:

Berita Badung

Terkait Karantina 8 Hari untuk Wisman, PHRI Badung Sebut Semua Aturan Pemerintah Pusat

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Selasa, 5 Oktober 2021 juga tak menampik

Istimewa
PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kebijakan karantina selama 8 hari untuk Wisatawan Mancanegara (Wisman) dipandang sangat memberatkan Wisman sendiri. Pasalnya selain biaya karantina ditanggung sendiri, waktu berlibur Wisman yang datang ke Bali untuk menikmati destinasi yang ada juga seakan terpotong.

Kendati demikian hal itu harus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Selain itu menghindari varian covid-19 yang lain masuk ke Bali.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Selasa, 5 Oktober 2021 juga tak menampik hal tersebut. Bahkan katanya semua itu merupakan aturan dari pemerintah pusat.

"Untuk karantina memang disarankan minimal 8 hari, karena untuk keamanan kita semua. Bahkan itu juga merupakan kebijakan pusat," katanya.

Baca juga: Pariwisata Internasional Dibuka, Biaya Hotel, Tes PCR hingga Rumah Sakit Ditanggung Wisatawan

Baca juga: PHRI Badung Sebut 14 Negara Ini Jadi Sasaran Saat Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali

Baca juga: Pariwisata Internasional Dibuka 14 Oktober 2021, Bali Harus Siapkan Kapasitas Karantina 8 Kali Lipat

Dijelaskan, semua daerah yang membuka kunjungan Wisman memiliki tempat untuk karantina tersebut.

Pasalnya pembukaan pariwisata tidak bisa dilakukan langsung begitu saja.

"Jadi ini kan bertahap, tidak bisa dilakukan sebebas seperti biasanya. Namun dipastikan Wisman yang datang sudah menjalani tes covid-19 dengan hasil negatif," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku PHRI sendiri sebelumnya sempat mengusulkan agar wisman yang hasilnya PCR sudah negatif tidak di karantina.

Hanya saja semua itu kembali karena keputusan pemerintah pusat.

"Tapi benar juga, kita harus karantina dulu. Karena sekarang kita buka hanya sekedar membuka pariwisata saja. Namun kita harus kembalikan citra Bali di mata dunia. Apa lagi Bali sebagai tempat yang menjadi sasaran Wisman," katanya.

"Jadi tidak hanya di Bali pelaksanaan karantina minimal 8 hari itu, di Jakarta juga dilaksanakan," imbuhnya.

Pihaknya pun berharap, masyarakat juga ikut membantu pembukaan pariwisata tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu guna memastikan agar wisatawan percaya jika Bali kini zona hijau kasus covid-19.

"Jadi meski sekarang kasus landai, kita menginginkan kasus semakin turun agar PPKM juga turun level. Sehingga pariwisata bisa kembali bangkit secara perlahan," tungkasnya.

Seperti diketahui pariwisata Internasional dipastikan akan buka pada 14 Oktober 2021 mendatang. Bahkan pembukaan pariwisata dilakukan dengan membuka penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved