Breaking News:

Berita Bangli

44 Guru di Bangli Ikuti Diklat Calon Kepala Sekolah

Diklat tersebut dibuka oleh Bupati Bangli, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Bangli, I Made Alit Parwata.

Istimewa
Asisten Administrasi Umum Setda Bangli, I Made Alit Parwata saat membuka Diklat Calon kepala sekolah. Rabu (6/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Diklat calon kepala sekolah (Cakep) di Bangli resmi dibuka, Rabu (6/10/2021).

Diklat tersebut dibuka oleh Bupati Bangli, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Bangli, I Made Alit Parwata.

Diketahui, diklat Cakep tahun 2021 ini diikuti oleh 44 orang guru. Terdiri dari guru SD sebanyak 27 orang, guru SMP sebanyak 14 orang dan guru Paud sebanyak 3 orang.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangli Anak Agung Bintang Ari Sutari menjelaskan, diklat calon kepala sekolah merupakan syarat wajib yang harus diikuti sebelum diangkat menjadi Kepala Sekolah.

Baca juga: 50 Peserta Seleksi CPNS 2021 di Bangli Tak Hadir dalam Seleksi Kompetensi Dasar

Diklat ini dilaksanakan dengan sistem In Class dan Off Class, yang semua rangkaian kegiatan diklat wajib diikuti dengan baik oleh semua peserta.

Sehingga para peserta dapat dinyatakan lulus diklat sebagai calon kepala sekolah dan memperoleh Sertifikat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL).

"Diklat ini bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan," jelasnya.

Sementara Bupati Bangli dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Bangli I Made Alit Parwata, percaya bahwa seluruh guru yang mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah, mampu untuk mengikuti diklat ini dengan baik, disiplin dan bertanggung jawab.

Pihaknya juga meminta agar para peserta diklat memperhatian dan memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Selanjutnya melaksanakan tugas pokok dan fungsi itu dengan baik, dengan selalu memperhatikan prinsip-prinsip manajemen yaitu melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat dan pengawasan yang ketat, serta memperhatikan asas efisiensi, efektivitas, transparansi dan taat pada norma-norma yang ada," ungkap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved