Breaking News:

Berita Klungkung

Lamban Mendata Warga di Desa, 11 Yowana Gema Santi Klungkung Diganjar SP Kedua

Pemkab Klungkung sejak tahun 2018 lalu, menempatkan Yowana Gema Santi di setiap desa/kelurahan di Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung saat mengumpulkan para Yowana Gema Santi tahun 2019 silam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebanyak 11 Yowana Gema Santi diganjar SP (surat peringatan) Kedua.

Hal ini lantaran mereka lamban dalam melakukan pendataan kondisi warga di masing-masing desa.

Bahkan sampai saat ini masih ada Yowana Gema Santi yang mendata warga kurang dari 50 persen.

Padahal telah ditargetkan bulan September pendataan warga minimal sudah rampung 70 persen.

Baca juga: Pantau Balapan Liar dan Aksi Kriminal, Diskominfo Klungkung Berencana Pasang CCTV Tambahan

Pemkab Klungkung sejak tahun 2018 lalu, menempatkan Yowana Gema Santi di setiap desa/kelurahan di Klungkung.

Harapan Pemkab Klungkung, Yowana Gema Santi memberikan pendampingan ke desa, terkait permasalahan ekonomi dan sosial.

Misalnya mendata kemiskinan di setiap desa, dan mencari solusi serta mengkoordinasikannya ke Pemda. Termasuk memberikan motivasi ke warga miskin, untuk bisa terlepas dari kemiskinan.

Hanya saja tupoksi (tugas pokok dan fungsi) mereka saat ini, hanya diminta melakukan pendataan kondisi warga dan menginputnya secara online di sistem informasi (aplikasi) yang telah tersedia.

" Dari hasil evaluasi ada 14 Yowana Gema Santi yang mendapatkan SP (surat peringatan). 11 diantaranya mendapatkan SP kedua," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB I Wayan Suteja, Rabu (6/10/2021).

Yowana Gema Santi yang diganjar surat peringatan kedua yakni yang bertugas di Desa Tusan, Desa Nyalian di Kecamatan Banjarangkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved