Breaking News:

Serba Serbi

Kisah Raja Jayapangus dengan Istrinya dari China di Bali

Dari catatan yang tertulis dalam prasasti. Dapat diketahui bahwa Sri Jayasakti berkuasa di Bali sejak tahun 1133 hingga 1150 Masehi

ilustrasi Barong Landung - Kisah Raja Jayapangus dengan Istrinya dari China di Bali 

"Beliau naik tahta pada tahun 1177 Masehi sampai 1199 Masehi," sebut pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini.

Banyak peninggalan prasasti yang hingga saat ini tersimpan di desa-desa yang ada di Bali. Khususnya pada saat beliau berkuasa di Bali.

Prasasti tersebut ada yang dikeluarkan pada tahun 1181 Masehi.

Kebanyakan prasasti tersebut menyangkut soal adat istiadat desa atau pakraman.

Selain itu pula, ada prasasti berisi persoalan sengketa perbatasan.

Baca juga: Dewa Surya Beryoga, Berikut Makna Tilem dalam Kepercayaan Hindu

"Menurut sebuah kitab kuno, yang bernama Purana Tattwa, bahwa Baginda Raja Sri Prabu Jayapangus mengundang tujuh guru Agama dari Jawa ke Bali yang disebut dengan Sapta Pandita," sebutnya.

Kehadiran guru agama ini, diperkirakan pada tahun 1111 Caka atau 1189 Masehi.

Ketujuh guru agama itu, memiliki sebutan empu atau mpu. Diantaranya, Mpu Ketek, Mpu Kananda, Mpu Wira Adnyana, Mpu Witha Dharma, Mpu Ragarunting, Mpu Prateka, dan Mpu Dangka.

Ketujuh empu ini diundang, dalam rangka menyelenggarakan perayaan upacara yadnya besar di Pura Besakih. Yang hingga saat ini dikenal dengan sebutan 'Eka Dada Rudra'.

"Kala itu upacara ini berlangsung untuk kesebelas kalinya, dan diselenggarakan setiap 100 tahun sekali," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved