Berita Bangli
Kelanjutan Kasus Perampokan di Banjar Sidembunut, Polisi Kantongi Terduga Pelaku
Sehari pasca terjadinya kasus perampokan dan kekerasan di Banjar Sidembunut, Satreskrim Polres Bangli kini telah memanggil sejumlah saksi untuk dimint
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sehari pasca terjadinya kasus perampokan dan kekerasan di Banjar Sidembunut, Satreskrim Polres Bangli kini telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Pihak kepolisian juga mengaku telah menemui titik terang terduga pelaku.
Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan saat dikonfirmasi Jumat 8 Oktober 2021 mengungkapkan ada sekitar delapan orang saksi yang dimintai keterangan.
Baik saksi dari pihak keluarga, korban, maupun dari luar keluarga.
Pihaknya menjelaskan, korban yang berinisial KA sempat mengalami trauma pasca kejadian.
Pasalnya, korban sempat diancam dengan senjata tajam serta disekap oleh pelaku yang merupakan pria tak dikenal.
“Hanya saja berdasarkan hasil sementara visum yang ada, tidak ada tanda kekerasan ataupun tidakan pelecehan terhadap korban,” ungkapnya.
Trauma yang dialami korban, imbuh Kapolres, juga diperkuat pula dengan keterangan dokter.
Sehingga pasca kejadian tersebut, hanya korban yang belum sempat dimintai keterangan.
“Korban ini baru kita periksa sekarang. Berdasarkan keterangan korban inilah, nanti pihak keluarga yang kemarin sudah kita periksa, kita periksa kembali. Termasuk juga orang diluar keluarga ini. Sehingga sinkron antara keterangan korban dengan saksi-saksi,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti yang didapatkan, Kapolres mengakui hari ini pihaknya sudah menemui titik terang untuk mengungkap pelaku kasus tersebut.
Hanya saja, Kapolres menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah, dan masih akan melakukan pengembangan apakah ada pelaku lain yang terlibat.
“Intinya sekarang sudah ada titik terang dan masih kita dalami. Kita sinkronkan antara para saksi yang sudah kita periksa, kemudian alat-alat bukti yang ada juga kita sinkronkan agar lebih meyakinkan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa perampokan yang terjadi Kamis 7 Oktober 2021 itu terjadi pada pukul 11.00 Wita.
Bermula dari seorang pria tak dikenal mendatangi kediaman mertua KA untuk meminta air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-saat-melakukan-olah-tkp-pasca-kejadian-perampokan.jpg)