Breaking News:

Berita Bali

Vonis Korupsi 8 Pejabat Dispar Dinilai Terlalu Rendah, JPU Ajukan Banding Kasus Expolre Buleleng

JPU Kejaksaan Negeri Buleleng mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar

Istimewa
Terdakwa kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, saat mengikuti sidang perdana, Selasa 8 Juni 2021 - Vonis Korupsi 8 Pejabat Dispar Dinilai Terlalu Rendah, JPU Ajukan Banding Kasus Expolre Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buleleng mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, terkait kasus korupsi program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE.

Pengajuan banding telah didaftarkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali, Jumat 8 Oktober 2021.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, pengajuan banding lantaran JPU menilai pidana yang dijatuhkan khusus untuk ke tujuh terdakwa, yakni Putu Budiani, Kadek Widiastra, Nyoman Sempiden, Putu Sudarsana, I Gusti Ayu Maheri Agung, Gede Gunawan dan Nyoman Ayu Wiratini terlalu rendah, yakni selama satu tahun.

Sementara untuk terdakwa Made Sudama Diana yang merupakan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, JPU juga menilai uang pengganti yang harus dibayar yakni sebesar Rp 7.989.416 sebagaimana diputuskan oleh Majelis Hakim juga dinilai tidak sesuai.

Baca juga: JPU Kejaksaan Negeri Buleleng Ajukan Banding Kasus Korupsi Explore Buleleng dan Bimtek CHSE

Jayalantara menyebut, JPU merasa ada uang yang dikuasai oleh terdakwa Sudama Diana yang diduga hasil dari perbuatan korupsi.

Namun Majelis hakim menilai uang tersebut merupakan milik pihak rekanan.

Sehingga dalam pengajuan banding, JPU ingin agar uang pengganti yang harus dibayar oleh terdakwa Sudama Diana sebesar Rp 131.285.622, sesuai dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU beberapa waktu lalu saat sidang tuntutan.

"Ada perbedaan pandangan antara JPU dan Majelis Hakim. JPU menilai ada uang dikuasai oleh Sudama yang diduga hasil korupsi, yang harus dikembalikan. Nilainya sesuai dengan tuntutan. Sementara Majelis Hakim mengira uang itu adalah milik rekanan," ujarnya.

"Itu masih jadi perdebatan, sehingga dalam pengajuan banding JPU nanti akan meminta agar uang pengganti yang harus dikembalikan oleh Sudama Diana harus dihitung kembali" ungkapnya," sambung dia.

Pengajuan banding sudah didaftarkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar pada Jumat pagi kemarin.

Sementara memori banding kata Jayalantara akan diserahkan dalam waktu dekat ke Pegadilan Tipikor Denpasar. (*).

Baca juga: Kasus Korupsi Explore Buleleng & Bimtek CHSE, Bupati Buleleng Segera Pecat 8 Pejabat

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved