Jamaah Bakal Dikarantina 5 Hari, Kerajaan Arab Saudi Resmi Buka Umrah untuk Indonesia
Jamaah Bakal Dikarantina 5 Hari, Kerajaan Arab Saudi Resmi Buka Penerbangan Umrah untuk Indonesia
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM – Pemerintah Arab Saudi resmi membuka perjalanan umrah untuk jamaah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Kabar tersebut diterima lewat nota diplomatik Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi yang berada di Jakarta pada Jumat, 8 Oktober 2021.
"Nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021 telah menyampaikan hal-hal sebagai berikut,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube MoFA Indonesia yang dikutip pada Minggu, 10 Oktober 2021.
Lebih lanjut, Retno menjelaskan isi dari nota diplomatik tersebut.
“Kedutaan sudah menerima informasi dari pihak yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi perihal peraturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah Indonesia," jelasnya.
Dalam nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi tersebut menjelaskan bila pihak komisi khusus tengah bekerja meminimalisir segala permasalahan terkait ibadah bagi jamaah umroh Indonesia.
Baca juga: Arab Saudi Denda Rp 28 Juta Setiap Jemaah Umrah Tanpa Izin Demi Antisipasi Penyebaran Covid-19
“Komite khusus di Kerajaan Arab Saudi sedang bekerja guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jamaah Indonesia untuk melakukan ibadah umroh,” dikutip dari rilisan press briefing pada situs Kemlu.go.id pada Minggu, 10 Oktober 2021.
Pada nota diplomatik tersebut juga membahas tentang pertimbangan penetapan masak karantina bagi para jamaah.
Pemerintah Arab Saudi akan mempertimbangkan jemaah Indonesia untuk menjalani karantina selama 5 hari, bila mereka tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.
“Kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah,” tuturnya.
Sebelumnya Menlu Retno Marsudi telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-76 PBB di New York pada September 2021 kemarin.
Menurut Retno, berita baik akan tersebut akan ditindak lanjuti dengan pihak-pihak terkait untuk membahas detail teknis pelaksanaannya.
Retno juga menunuturkan bila pihak Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan serta otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia.
Baca juga: Tanggapan MUI Soal Pernikahan Siri Lesty Kejora dan Rizky Billar: Bukan Kebohongan Publik
“Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-di-sekitar-kabah-di-dalam-masjidil-haram-arab-saudi.jpg)