Karantina Wisman ke Bali Jadi 5 Hari, Menparekraf: Dipersingkat Namun Belum Final Decision

Mengenai kebijakan pemerintah berencana mempersingkat masa karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara dari 14 hari kemudian 8 hari, dan dipersingkat

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
tangkap layar Weekly Press Briefing bersama Menparekraf Sandiaga Uno yang digelar secara hybrid dari Yogyakarta. 

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Mengenai kebijakan pemerintah berencana mempersingkat masa karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara dari 14 hari kemudian 8 hari, dan dipersingkat lagi menjadi 5 hari.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan rencana mempersingkat karantina belum final.

"Untuk karantina sendiri, usulan karantina dipersingkat menjadi 4-5 hari namun belum final decision dan rencana diputuskan segera," ujar Menparekraf, Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin 11 Oktober 2021 di Pawon Purba Desa Wisata Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.

Untuk alur karantina, masih dibahas mengenai dipangkasnya dari yang awalnya 14 hari menjadi 5 hari saja.

Pemangkasan ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya proses testing, tracing, dan treatment, sudah meningkatnya angka vaksinasi dan hitungan inkubasi.

"Pertimbangan utama pemangkasan durasi karantina adalah hitungan inkubasi. Jadi catatan terbaru yang saya peroleh, masa rata-rata inkubasi Covid-19 antara 3,7 hari hingga 3,8 hari," ungkap Sandiaga Uno.

Pemerintah juga telah memperkuat kesiapan berbagai hal untuk pembukaan kembali Bali.

Diantaranya adalah penguatan para tenaga kerja pariwisata dari segi skill dan vaksinasi, penguatan industri pariwisata melalui komitmen implementasi protokol kesehatan dengan sertifikasi CHSE dan aplikasi PeduliLindungi, dan juga penguatan produk wisata berkualitas dengan penawaran aktivitas wisata yang personalized, customized, localized, dan smaller in size.

Selain itu, Pemprov Bali menyediakan 35 hotel untuk karantina dan sejumlah fasilitas penunjang tracing dan treatment di Bali.

Terkait finalisasi 35 hotel tersebut dan apakah akan ada penambahan?

Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemda Bali dan juga stakeholder untuk memfinalisasi hal ini.

Pihaknya juga sudah menyiapkan travel pattern di Bali yaitu di tiga zona hijau yang jadi percontohan pilot project untuk menerima wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata, ketiganya adalah Sanur, Ubud, dan Nusa Dua (SUN).

Di zona ini pihaknya coba persiapkan segalanya termasuk mendorong CHSE dan PedulilLindungi yang terus  ditingkatkan.

Berbicara mengenai asuransi kesehatan, ini menjadi syarat mutlak bagi wisman yang ingin berkunjung ke Bali.

Asuransi tersebut harus memiliki nilai pertanggungan minimal US$ 100 ribu dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.

Disinggung berapa banyak jumlah wisman yang akan datang ke Bali setelah dibuka, Menparekraf Sandiaga menyampaikan sudah banyak.

Baca juga: Pembukaan Pariwisata Internasional, 6 Negara Ini Masuk Pertimbangan Akhir Masuk ke Bali 

Baca juga: Penerbangan Internasional di Bali Segera Dibuka, Berikut Ini Syarat WNA untuk Masuk Indonesia

"Wisatawan mancanegara banyak yang ingin datang ke negara kita, namun semua butuh kehati-hatian lantaran faktor keselamatan menjadi kunci utama dalam uji coba pembukaan Bali ini, lantaran terdapat mutasi varian baru Covid-19. Dan Kita masih berhitung hingga akhir tahun berapa angkanya," demikian kata Sandiaga Uno.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved