Breaking News:

Berita Denpasar

Satreskrim Polresta Denpasar Ungkap 2 Kasus Curas, Satu Diantaranya Ada Tersangka di Bawah Umur

Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di beberapa tempat wilayah Denpasar.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pelaku kasus curas yang berhasil diungkap Satreskrim Polresta Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di beberapa tempat wilayah Denpasar.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat dan Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi.

Dalam pers rilis kasus curas di lobi depan Polresta Denpasar pada Senin 11 Oktober 2021 siang, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menyebut ada dua kasus curas.

"Kasus yang kita tangani dua-duanya kasus curas atau pencurian dengan kekerasan," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin 11 Oktober 2021.

Dalam keterangannya, kasus pertama yang berhasil diungkap Satreskrim Polresta Denpasar yakni kasus curas dengan pelaku anak-anak dan remaja.

Baca juga: Pemuda Usia 27 Tahun Ditemukan Akhiri Hidup di Kapal Pinisi, Tim Polresta Denpasar Temukan Surat Ini

Baca juga: Ngaku Pengacara dan Tipu Korban hingga Rp 1 Miliar, Oknum Konsultan Diringkus Polresta Denpasar

Baca juga: Jajaran Polresta Denpasar Ringkus Pengepul Togel Online dan Amankan Sejumlah Barang Bukti Ini

Kasus curas yang dilakukan remaja dan anak-anak ini dikatakan Kapolresta Denpasar menemukan enam tersangka belasan tahun, dimana mereka telah beraksi di 13 TKP berbeda.

Sedangkan kasus curas lainnya, polisi menemukan dua orang tersangka yang telah beraksi di empat TKP berbeda.

"Satu kasus curas kita menemukan enam orang tersangka yang masih di bawah umur, sedangkan kasus lainnya menemukan dua orang tersangka," tambahnya.

"Untuk modus anak-anak ini, dengan cara menawarkan obat kuat melalui aplikasi MiChat dan satu lagi beraksi ke di sebuah tempat kos-kosan," pungkas Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved