Breaking News:

Berita Karangasem

Usai Polisi Autopsi Jenazah Kadek Sepi di Karangasem, Bapaknya Ditetapkan Tersangka Kasus KDRT

Yang bersangkutan ditetapkan tersangka atas dugaan kekerasan dalam rumah  tangga (KDRT) terhadap anaknya hingga meninggal dunia.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Proses pembongkaran makam Kadek Sepi di Kecamatan Abang, Selasa (5/10/2021) siang. Pembongkaran dilaksanakan untuk kepentingan autopsi. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Nengah Kicen, orang tua almarhum I Kadek Sepi, ditetapkan jadi tersangka.

Yang bersangkutan ditetapkan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan 1x24 jam.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya, I Wayan Lanus Artawan, saat dihubungi Tribun Bali, Senin (11/10/2021).

Menurut I Wayan Lanus Artawan, status kliennya dinaikkan menjadi tersangka pada tanggal 7 Oktober 2021.

Baca juga: Kedua Orangtua Kadek Sudah Diperiksa di Karangasem, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Terkait Luka Lebam

Yang bersangkutan ditetapkan tersangka atas dugaan kekerasan dalam rumah  tangga (KDRT) terhadap anaknya hingga meninggal dunia.

Kicen kemudian dilakukan penahanan oleh penyidik.

"Tanggal 6 Oktober diminta keterangan oleh penyidik. Tanggal 7 Oktober ada surat perintah penangkapan, pemberitahuan  penangkapan, dan surat penetapan tersangka,"kata I Wayan Lanus Artawan.

Penetapan tersangka ini mengacu 2 alat bukti lazim yang ditemukan oleh penyidik kepolisian.

Dua alat bukti lazim yang ditemukan penyidik yakni berupa keeterangan saksi dan beberapa barang bukti.

Satu diantaranya baju lengan panjang warna cokelat, baju lengan pendek biru tua, celana jeans warna biru muda, 1 tongkat bambu panjang 148 cm, serta mainan perang-perangan yang terbuat dari kayu.

"Nah itulah indikasi dari penyidik menetapkan  sebagai tersangka. Karena sudah ada dua alat bukti cukup kuat untuk menetapkan bersangkutan sebagai tersangka,"tambah Wayan Lanus Artawan.

Untuk penangguhan penahanan, Lanus masih pikir - pikir mengingat kliennya temperamen.

"Karena klien saya ini orangnya temperamen dan tidak bisa menghadapi kenyataan kasus seperti ini, ada juga rasa takut melakukan tindakan tak manusiawi. Kenapa sebab, saat dipriksa tanggal 6 Oktober klien saya sempat menyatakan ingin bunuh diri. Maka saya sepakat dengan polisi,"imbuhnya.

Untuk hasil autopsi belum mendapatkan salinan dari petugas kepolisian.

Baca juga: Polres Karangasem Bongkar Makam Kadek Sepi dan Lakukan Autopsi untuk Pastikan Penyebab Kematiannya

Pihaknya berharap pihak kepolisian untuk melakukan press release beserta rekonstruksi sesuai Surat Keputusan Kapolri. Sehingga semua kejadian tersebut terungkap, serta tidak terjadi pertanyaan-pertanyaan yang lain.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 80 ayat (4) jo pasal 76C UU Nomor 25 Tahun 2014, tentang perubahan atas  Undang-Undang  Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Subsider Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Aris Setiyanto belum bisa dihubungi terkait penetapan tersangka.

Sebelumnya, Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna, mengungkapkan, kematian bocah ini masih didalami oleh penyidik Polres Karangasem. Sudah periksa sejumlah saksi.

"Kita sudah periksa saksi, mencari petunjuk, berserta mencari barang bukti.

Nanti ketiga langkah ini akan disinkronkan dengan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik dari RS Sanglah," kata Ricko Abdillah Andang  Taruna saat ditemui di Mapolres Karangasem, Jumat (8/10/2021) siang.

Untuk diketahui, Kadek Sepi meninggal dunia bulan lalu. Yang bersangkutan meninggal dunia secara mendadak.

Sebelum meninggal Sepi sempat bermain di rumah. Setelah itu mendadak dikabarkan meninggal dunia.

Keluarga serta kerabat korban kaget akan kejadian yang menimpa Sepi.

Saat hendak memandikan korban, keluarga dan kerabatnya melihat adanya lebam di leher dan dada.

Baca juga: UPDATE: Hingga Hari Kelima, Pencarian Nalayan Asal Karangasem Wayan Koti Arta Belum Membuahkan Hasil

Saat itu keluarga dan kerabat korban mempertanyakan penyebab kematianya.

Usai dimandikan, jenazah akhirnya dimakamkan. Proses berjalan lancar, tidak ada hambatan apapun.

Kerabat dan keluarga yang penasaran akan kematian korban berniat melaporkan temuan itu ke Polsek Abang untuk ditindak lanjuti.

Akhirnya jenazah korban yang sudah dimakamkan dibongkar untuk dilakukan autopsi. Proses autopsi  langsung dipimpin oleh dokter dari RSUP Sanglah Denpasar.(*)

Artikel lainnya di Berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved