Perkelahian di Karangasem
Tega Aniaya Anak di Bawah Umur, Remaja Karangasem Kini Diamankan Polisi
Perkelahian remaja di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis berbuntut panjang.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
TRIBUN-BALI.COM, AMLAMPURA - Perkelahian remaja di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis berbuntut panjang.
Tidak hanya rekaman videonya yang viral di media sosial, tapi urusannya merembet sampai ke laporan kepolisian.
Terlebih korban yang dianiaya dalam video tersebut ternyata masih di bawah umur.
Kejadian penganiayaan terjadi pada Rabu (27/8). sekitar pukul 11.30 Wita, ketika korban IKPM (14) berada di warung milik ibunya setelah pulang sekolah.
Baca juga: KELAHI Remaja! Suryana Kini Diamankan Polisi di Karangasem Usai Tega Aniaya Anak di Bawah Umur
Korban menerima telepon dari orang tidak dikenal yang mengajak berkelahi.
Namun korban saat itu merespon, agar dapat menyelesaikan masalah dengan berbicara baik-baik.
Dua orang pemuda datang dengan sepeda motor Yamaha N-Max, salah satunya adalah pelaku I Putu Agus Suryana (18) asal Banjar Abuan, Desa Antiga.
Pelaku datang dengan temannya tanpa menggunakan pakaian dan langsung mengajak berkelahi di depan SD 4 Antiga.
Pada saat kejadian itu, korban sebenarnya berusaha meminta maaf jika ada salah, tapi pelaku tetap menendang korban.
Bahkan beberapa kali korban minta maaf, tapi pelaku tetap menganiaya korban.
Bahkan teman pelaku sempat ikut memegang tangan korban, lalu pelaku memukul korban hingga pelipisnya robek dan bercucuran darah.
Tidak terima anaknya menjadi korban penganiayaan, ayah korban INS (51) melapor ke Polsek Manggis.
Baca juga: MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik
Pihak kepolisian telah melakukan visum et repertum dan pemeriksaan saksi-saksi.
"Kami menangani kasus ini dengan serius mengingat korban masih di bawah umur," ungkap Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana atas seizin Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba, Kamis (28/8).
Dari hasil pendalaman sementara, kejadian dipicu kesalahpahaman karena pelaku merasa tidak terima ditatap oleh korban. (mit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sd-nbdhn-drfn-mftryhm.jpg)