Breaking News:

Jokowi Perkirakan Industri Mobil Listrik Berkembang Pesat dalam Waktu Dekat

Ia memperkirakan mobil listrik akan ramai bermunculan di Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
PT PLN (Persero) Distribusi Bali mensosialisasikan kompor induksi (kompor listrik) dan mobil listrik di Mapolres Tabanan, Jumat 2 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong penggunaan produk lembaran baja buatan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai bahan baku badan mobil listrik di Indonesia.

Ia akan mengintegrasikan bisnis Krakatau Steel dengan industri baterai dan mobil listrik di tanah air.

”Kita mau integrasikan Krakatau Steel, lithium baterai, industri turunan nikel, dengan industri otomotif. Sekarang Krakatau Steel dengan pembaharuan yang ada, membangun pabrik hot strip mill, sudah bisa memproduksi lembaran-lembaran tipis yang bisa dipakai untuk bodi mobil,” kata Jokowi dalam sambutannya kepada Peserta PPSA XXIII Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: PLN Siap Pasok Daya Andal ke Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama di Asia Tenggara

Baca juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara Diresmikan Jokowi, Dibangun di Karawang

Menurut Jokowi bila rencana itu terealisasi, industri hilirisasi terkait baterai dan mobil listrik akan berkembang pesat di dalam negeri.

Ia memperkirakan mobil listrik akan ramai bermunculan di Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan.

"Jadi entah itu dari kerja sama BUMN dengan swasta luar, swasta sendiri, tapi yang jelas nilai tambah itu ada di dalam negeri. Ini sebuah kesempatan, jangan sampai kita kehilangan opportunity lagi, kesempatan lagi," imbuhnya.

Kendati begitu, belum ada penjelasan lebih rinci mengenai rencana integrasi ini.

Namun, Krakatau Steel telah memiliki pabrik industri baja lembaran (hot strip mill) dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun.

Pabrik bernilai Rp7,5 triliun itu dapat menghasilkan HRC berkualitas premium. Di dunia, pabrik serupa digadang-gadang hanya ada dua, yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

Nantinya, kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 4 juta ton per tahun sehingga bisa menutup kebutuhan konsumsi baja nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved