Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Update Pembunuhan Subang: Jejak Danu Ditemukan di Mobil dan Kamar Mandi Tempat Amalia Dimandikan

Update Pembunuhan Subang: Jejak Danu Ditemukan di Mobil dan Kamar Mandi Tempat Amalia Dimandikan

Youtube channel Kompas tv
Dituding Punya Akses ke Rumah Tuti Korban Pembunuhan, Danu Akhirnya Bersuara. 

Sebelumnya Danu juga sempat mengaku sehari sebelum kejadian dirinya pun memang sempat singgah di rumah korban.

Sementara Danu mengaku sehari setelah penemuan mayat di Subang itu ia sempat ikut membantu polisi.

Oleh karena itu DNA atau jejak Danu berada di TKP hingga anjing pelacak menggonggong ke arahnya.

Sementara itu anjing pelacak baru diterjunkan sepekan setelah kejadian tepatnya pada 30 Agustus 2021.

Publik pun tak mengetahui secara pasti apakah polisi mengumpulkan sample bukti di TKP pada hari kejadian.

Kendati begitu, sejauh ini polisi masih bekerja keras mengungkap kasus Subang tersebut dengan segala upaya dengan menggunakan metode saintifik.

Namun, dari pengakuan Danu yang mendadak tersebut membuat publik mempertanyakan terkait apa yang dilakukan Danu di TKP sehingga dinilai berisiko.

Di sisi lain, pengakuan Danu yang dianggap baru diungkapkan sekarang itu juga menjadi pertanyaan, mengapa baru diungkapkan sekarang?

Adapun, sementara ini pengakuan dari para saksi pun harus dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Danu Tak Nyaman Pergi Keluar Sempat Tertuduh dalam Kasus Subang

Selama penyelidikan, nama Danu sempat terseret saat penyidikan karena DNA yang ditemukan di TKP.

Ia juga sempat dicurigai setelah anjing pelacak di TKP menggonggong ke arahnya.

Danu yang sebagai saksi ikut menjalani pemeriksaan tes kebohongan.

Dengan adanya kecurigaan publik terhadapnya, ternyata menyimpan beban psikologis bagi Danu.

Kini, Danu mengaku imbas tertuduh dari publik, ia pun merasa tertekan hingga dipandang sinis orang-orang.

Hal ini diungkapkan Danu dalam wawancara dikutip Tribunjabar.id dari tayangan Misteri Mbak Suci, Selasa (12/10/2021).

“Iya jadi tertekan juga sih pak, gak nyaman,” ungkap Danu.

Tak sampai berpikir pergi jauh, diakui Danu, ingin pergi ke jalan saja dirinya kesulitan.

Ia juga menceritakan saking sulitnya pergi ke luar, urusan sehari-hari yang ia kerjakan kini dibantu orangtuanya.

Lantas, Danu menceritakan pengalaman saat ia membeli siomay di jalan.

Ia mengaku orang-orang melihatnya secara sinis dan kadang berbisik di hadapannya.

Melihat hal itu, Danu mengaku menjadi merasa tak nyaman.

Untuk menyikapi situasi tersebut diakui Danu sementara ini ia tak pergi ke mana-mana.

Saat ditanya ada hal atau perasaan yang ia luapkan, Danu memilih diam dan mengaku bingung.

Hal itu membuat pria yang mewawancarainya menilai sosok Danu sebagai orang pendiam.

Mendengar hal itu, Danu pun mengiyakan bahwa dirinya memiliki sifat dan kepribadian tersebut.

Ia mengaku dirinya memang pendiam bahkan sedari kecil.

“Iya emang begitu Danu mah dari kecil juga, gak banyak ngomong, diem we, ke mana-mana di kamar, udah we gitu,” ucap Danu.

Terlibat menjadi saksi kasus Subang, keseharian Danu ternyata juga bekerja di Yayasan yang dikelola Yoris, dan dua korban, Tuti dan Amalia.

Posisi Danu di Yayasan tersebut sebagai staf tata usaha.

Oleh karena itu, tak heran selama ini Danu dekat dengan Yoris dan dua korban, Tuti dan Amalia.

Sempat diceritakan Danu, ia membantu berbagai urusan yayasan jika diperlukan.

Artikel terkait telah tayang di Tribun Jabar dengan judul Pengakuan Danu Diminta Membantu Polisi di TKP Dinilai Berisiko, Tindakan Polisi pun Dipertanyakan?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved