Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

China

China Berdalih Latihan Militernya untuk Menjaga Stabilitas Selat Taiwan

PLA sebagaimana dalam laman resminya melakukan latihan pendaratan pasukan di pantai selatan Provinsi Fujian yang berseberangan dengan Taiwan.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
AFP/NOEL CELIS
Anggota militer China saat mengikuti upacara peringatan 110 tahun Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing hingga berdirinya Republik Tiongkok, di Beijing pada Sabtu 9 Oktober 2021. 

“Yang paling jelas adalah bahwa Republik China (nama resmi Taiwan) sama sekali tidak akan memulai atau memicu perang,” kata Chiu.

“Tetapi jika ada gerakan, kami akan menghadapi musuh sepenuhnya,” tegas Chiu sebagaimana dilansir kantor berita Reuters.

Minggu lalu, Chiu menyebut ketegangan antara China dan Taiwan kali ini adalah yang terpanas dalam lebih dari 40 tahun.

Menurut dia, China akan mampu melancarkan invasi skala penuh pada tahun 2025.

Chiu menuturkan hal tersebut setelah China selama empat hari berturut-turut mengirim pesawatnya dalam jumlah yang masif ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan memperingatkan China tentang balasan yang kuat jika pasukan Beijing terlalu dekat dengan pulau tersebut.

Chiu setuju dengan penilaian dari seorang anggota parlemen bahwa kemampuan China dibatasi oleh kapasitas pengisian bahan bakar di udara yang terbatas.

Ini berarti, China hanya memiliki bomber H-6 dan pesawat pengintai Y-8 yang mampu terbang ke Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dengan Filipina.

Di sisi lain, jet-jet tempur milik China semakin dekat dengan pantai China, menurut peta aktivitas yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan Taiwan.

“Di satu sisi, tujuan mereka adalah untuk menekan Taiwan,” ujar Chiu.

Dia menambahkan, China juga bertujuan mengumumkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menakut-nakuti dan menghalangi pasukan asing untuk ikut campur.

Pemerintah China pada Rabu 13 Oktober 2021 menyebut aktivitas militernya tersebut merupakan langkah untuk melindungi perdamaian dan stabilitas.

Beijing juga kembali menuding adanya kolusi antara Taiwan dengan pasukan asing untuk menabur ketegangan. (antara)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved