Breaking News:

China

China Berdalih Latihan Militernya untuk Menjaga Stabilitas Selat Taiwan

PLA sebagaimana dalam laman resminya melakukan latihan pendaratan pasukan di pantai selatan Provinsi Fujian yang berseberangan dengan Taiwan.

Editor: DionDBPutra
AFP/NOEL CELIS
Anggota militer China saat mengikuti upacara peringatan 110 tahun Revolusi Xinhai yang menggulingkan Dinasti Qing hingga berdirinya Republik Tiongkok, di Beijing pada Sabtu 9 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Kantor Dewan Pemerintahan China untuk Urusan Taiwan (TAOSC) berdalih latihan militer di dekat Taiwan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas kawasan Selat Taiwan.

Latihan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) itu juga ditujukan pada pasukan asing yang mencoba mengintervensi kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan kepentingan bersama kedua belah pihak di Selat Taiwan.

Demikian dikatakan juru bicara TAOSC Ma Xiaoguang kepada pers di Beijing, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: Taiwan Enggan Memulai Perang dengan China Tapi Siap Hadapi Musuh Sepenuhnya

Baca juga: Kecerdasan Buatan China Sudah Jauh Mengungguli Amerika Serikat

PLA sebagaimana dalam laman resminya melakukan latihan pendaratan pasukan di pantai selatan Provinsi Fujian yang berseberangan dengan Taiwan.

Dalam rekaman video menunjukkan tentara PLA merebut wilayah pantai dengan merusak barikade berduri dan menggali parit.

Hampir 150 unit pesawat militer China terbang di sekitar wilayah Taiwan selama libur Hari Nasional pada 1-4 Oktober 2021 lalu sebagaimana dilaporkan media Taiwan.

Kendaraan militer Taiwan mengikuti parade  pada hari nasional di depan Istana Kepresidenan di Taipei pada 10 Oktober 2021.
Kendaraan militer Taiwan mengikuti parade pada hari nasional di depan Istana Kepresidenan di Taipei pada 10 Oktober 2021. (AFP/SAM YEH)

Situasi Selat Taiwan dalam beberapa hari terakhir kembali memanas setelah kedua pemimpinnya terlibat saling provokasi.

Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa reunifikasi secara menyeluruh akan segera terwujud seiring dengan program pembaruan nasional di negaranya.

"Reunifikasi nasional secara damai menjadi kepentingan seluruh bangsa China, termasuk kompatriot di Taiwan," katanya dalam peringatan Revolusi 1911 di Beijing, Sabtu 9 Oktober 2021.

Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen bereaksi keras atas pernyataan Xi itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved