China
China Berdalih Latihan Militernya untuk Menjaga Stabilitas Selat Taiwan
PLA sebagaimana dalam laman resminya melakukan latihan pendaratan pasukan di pantai selatan Provinsi Fujian yang berseberangan dengan Taiwan.
TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Kantor Dewan Pemerintahan China untuk Urusan Taiwan (TAOSC) berdalih latihan militer di dekat Taiwan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas kawasan Selat Taiwan.
Latihan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) itu juga ditujukan pada pasukan asing yang mencoba mengintervensi kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan kepentingan bersama kedua belah pihak di Selat Taiwan.
Demikian dikatakan juru bicara TAOSC Ma Xiaoguang kepada pers di Beijing, Rabu 13 Oktober 2021.
Baca juga: Taiwan Enggan Memulai Perang dengan China Tapi Siap Hadapi Musuh Sepenuhnya
Baca juga: Kecerdasan Buatan China Sudah Jauh Mengungguli Amerika Serikat
PLA sebagaimana dalam laman resminya melakukan latihan pendaratan pasukan di pantai selatan Provinsi Fujian yang berseberangan dengan Taiwan.
Dalam rekaman video menunjukkan tentara PLA merebut wilayah pantai dengan merusak barikade berduri dan menggali parit.
Hampir 150 unit pesawat militer China terbang di sekitar wilayah Taiwan selama libur Hari Nasional pada 1-4 Oktober 2021 lalu sebagaimana dilaporkan media Taiwan.
Situasi Selat Taiwan dalam beberapa hari terakhir kembali memanas setelah kedua pemimpinnya terlibat saling provokasi.
Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa reunifikasi secara menyeluruh akan segera terwujud seiring dengan program pembaruan nasional di negaranya.
"Reunifikasi nasional secara damai menjadi kepentingan seluruh bangsa China, termasuk kompatriot di Taiwan," katanya dalam peringatan Revolusi 1911 di Beijing, Sabtu 9 Oktober 2021.
Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen bereaksi keras atas pernyataan Xi itu.
"Kami akan terus memperkuat pertahanan nasional kami dan menunjukkan tekad kami untuk mempertahankan diri guna memastikan tak satu pun pihak dapat memaksa Taiwan mengikuti jalan yang telah ditetapkan China untuk kami," ujarnya dalam peringatan Hari Nasional, Minggu 10 Oktober 2021.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng menegaskan, Taiwan enggan memulai perang dengan China, tetapi siap menghadapi musuh sepenuhnya kapanpun.
Chiu Kuo-cheng mengemukakan hal itu pada Kamis 14 Oktober 2021, di tengah ketegangan yang makin meningkat di Selat Taiwan hingga menimbulkan kekhawatiran internasional.
Taiwan, negara produsen semikonduktor utama dunia, telah berulang kali mengatakan akan membela diri jika diserang China.
Akan tetapi Taipei juga menegaskan tidak akan gegabah dan ingin mempertahankan status quo dengan China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/parade-militer-china.jpg)