Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali, Okupansi Bisa Naik hingga 60 Persen

PEMBUKAAN pariwisata internasional merupakan momentum untuk recovery bagi sektor pariwisata Bali.

Istimewa
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira - Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali, Okupansi Bisa Naik hingga 60 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PEMBUKAAN pariwisata internasional merupakan momentum untuk recovery bagi sektor pariwisata Bali.

Terlebih sudah banyak masyarakat Indonesia dan luar negeri yang tidak betah diam di rumah.

Director Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menerangkan, selama pandemi, mereka menghemat dengan tidak bepergian ke luar rumah.

Dana yang mereka simpan selama ini, khususnya bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke atas, akan dipergunakan untuk liburan.

Baca juga: Angkasa Pura I Dukung Pemulihan Pariwisata Bali, Landing Fee Gratis bagi Rute Internasional

“Jadi ini akan ada booming kembali di sektor pariwisata. Adanya pelonggaran ini diharapkan bisa mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Di Agustus 2021 memang masih ada koreksi. Nah dengan adanya pembukaan ini proyeksinya sudah mulai ada perbaikan. Jadi kontraksinya tidak dalam, tidak sampai 20 persen,” katanya, Kamis 14 Oktober 2021.

Dia mengatakan, puncak kedatangan pengunjung ke Bali ada di musim Natal dan Tahun Baru.

Itu merupakan liburan puncak di negara-negara lain, khususnya di Eropa, Jepang, Amerika.

Hal ini, kata dia, akan memicu terjadinya pemulihan.

Jadi mulai beralih, perkiraannya walaupun terjadi penurunannya sangat kecil, kurang dari 2 sampai 3 persen di Desember 2021 secara year on year.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, bila dibandingkan dengan kondisi Juli 2021 serta Agustus 2020, kondisi kedatangan wisman ke Bali pada Agustus 2021 menunjukkan penurunan 100 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada Agustus 2021 yang tercatat turun 0,46 poin atau 4,77 persen (mtm) dibandingkan dengan TPK Juli 2021 yang tercatat 5,23 persen.

Tahun 2022 jika pembukaan pariwisata internasional berlangsung sukses, maka kunjungan wisman ke Bali akan naik. Bahkan, diperkirakan akan tumbuh positif.

“Dan untuk tingkat hunian kamar sekarang kan kisaran di 25 persen, artinya 25 persen hotel berbintang terisi. Dan dengan adanya pelonggaran ini saya kira dari wisdom dan wisman yang masuk akan bisa meningkatkan okupansi, bahkan bisa kembali ke 50 atau 60 persen. Khususnya di tempat-tempat destinasi wisata,” tambahnya.

Efeknya dari pembukaan pariwisata internasional ini, mulai dari sektor pariwisata, sektor transportasi, dan sektor lainnya akan mulai membaik.

Terutama, hal tersebut akan menguntungkan pada belanja pelaku usaha UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata di Bali.

Baca juga: Belum Ada Booking Hotel Oktober, Gubernur Bali Sebut 20 Ribu Wisman Sudah Pesan untuk November

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved