Berita Bali
Puskor Hindunesia Harapkan Konflik Tak Pecah Hindu di Bali dan Nusantara
Menghadapi fenomena kekisruhan yang terjadi dalam jajaran elite majelis umat Hindu.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menghadapi fenomena kekisruhan yang terjadi dalam jajaran elite majelis umat Hindu.
Pasca tak diresponnya permasalahan aliran spiritual misi oleh PHDI Pusat, telah memicu berbagai pihak untuk masuk dalam wilayah pro dan kontra.
Apalagi setelah dilakukanya Mahasabha Luar Biasa (MLB) oleh Forum Parisada Provinsi se-Indonesia, seakan semua ingin menunjukkan taring keganasannya untuk menjadi 'singa' pembenar dalam permasalahan sederhana yang telah dibiarkan membeku hingga susah dicairkan ini.
Demikian pemikiran organisasi independen relawan Puskor Hindunesia.
Baca juga: Umat Hindu Papua Gelar Pitra Puja untuk Pratu Ida Bagus Putu Swaman yang Gugur Tertembak KKB
Tak mau hanya diam, karena memahami proses awal seperti apa bibit-bibit konflik ini muncul.
Maka Puskor Hindunesia pada berbagai kesempatan telah sering menyampaikan bahaya gerakan spiritual berkedok Hindu yang melakukan konversi, propaganda, dan redoktrinisasi pada umat Hindu yang sudah menjalankan keyakinan mereka sesuai tradisi leluhur selama ini.
"Oleh sebab jalan komunikasi internal sudah susah, dan berbagai masukan serta saran konstruktif beserta solusi tak pernah didengar, maka kami hanya bisa berserah diri pada leluhur masing-masing kawitan. Serta para pewaris gama Bali di Pura Besakih," sebut Ida Bagus K. Susena, Ketua Umum Puskor Hindunesia ke Tribun Bali, Jumat 15 Oktober 2021.
Pihaknya sepakat dengan para relawan Dharma lintas soroh yang memiliki pedharman (linggih kawitan) di lingkungan Pura Agung Besakih.
Untuk memohon tuntunan dan jalan terbaik pada masing-masing pedharman.
Acara spiritual itu, diikuti lebih dari 90 peserta.
Yang terdiri dari berbagai soroh, dan datang bersama anggota keluarga serta sanak saudara.
"Mereka hadir dengan kesadaran penuh, untuk mengembalikan semangat persatuan dan kekompakan. Dalam menghadapi tantangan zaman yang berpotensi memecah belah penganut gama Hindu Bali," sebut Gus Susena, sapaan akrabnya.
Dengan konsep 'Padma Ngembang Nguncup' menandakan eksistensi keberagaman yang dibangun leluhur Hindu di Bali.
“Untuk tetap pada tangkai yang sama, karena kita ada dari satu kuncup yang sama dan akar yang sama, untuk mekar dan memencar dalam fungsi dan tugas hidup (swadharma) yang berbeda-beda," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-sembahyang-bersama-puskor-hindunesia.jpg)