Berita Gianyar
Meski Telan Ratusan Miliar, Pemkab Tak Jadikan Pasar Gianyar sebagai Objek Pendapatan di 2022
Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali telah memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun anggaran 2022 sebesar Rp779 miliar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali telah memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun anggaran 2022 sebesar Rp779 miliar.
Namun demikian, pemerintah menegaskan tidak menargetkan pendapatan dari kegiatan masyarakat kecil, seperti aktivitas pasar.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Senin 18 Oktober 2021.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, di tahun 2022 nanti, Pasar Umum Gianyar dipastikan sudah beroperasi.
Meskipun dalam pembangunannya, pemerintah mengeluarkan biaya Rp224 miliar, namun pihaknya tidak menjadikan pasar ini sebagai objek pendapatan.
Baca juga: Lokasi TPS3R di Desa Mas Akhirnya Dipindah ke Abianseka Gianyar
Bahkan, kata dia, di tahun pertama hingga kedua, pihaknya masih akan mensubsidi kegiatan di pasar tersebut.
"Rakyat kecil kita tidak jadikan objek pendapatan Pemkab Gianyar. Di Pasar Umum Gianyar itu nantinya akan ada 1.800 pedagang. Pasar itu kita jadikan sebagai peningkat taraf hidup masyarakat."
"Yang sebelumnya di pasar lama mereka dapat berjualan sedikit, sekarang menjadi banyak," ujarnya.
Mahayastra meyakini, ketika Pasar Umum Gianyar nantinya dibuka untuk umum, jumlah pembeli akan lebih banyak dari pasar lama.
Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar yang modern, yang memberikan kenyamanan untuk pelanggan dan pedagang itu sendiri.
Baca juga: 2 Warga di Payangan Gianyar Cidera Berat Setelah Jatuh dan Lompat dari Lantai Dua Saat Gempa M 4,8
"Biaya pembangunannya tidak akan tertutup melalui retribusinya. Untuk pemeliharaannya nanti pasti kita keluar biaya lagi. Pasti dengan kurun waktu 1-2 tahun ada subsidi," ujarnya.
Adapun titik berat dari pendapatan Gianyar, kata dia, masih dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
"Titik berat pendapatan masih pariwisata, kita optimalkan. Pendapatan itu kan dari tamu yang datang. Bukan dari pemilik hotel atau karyawannya."
"Untuk pendapatan per saat ini belum masuk laporannya, karena laporannya per bulan. Tapi melihat kondisi di lapangan, sudah ada geliat wisata domestik. Jalanan sudah banyak kendaraan, orang nongkrong di kafe, restoran sudah ada," ujarnya.
Baca juga: Bupati Gianyar Kaji Layanan Gratis di RSU Payangan untuk Korban Bencana Asal Bangli
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsika mengatakan, nilai pajak pariwisata yang sudah tergarap saat ini baru Rp150 miliar, dari target pendapatan sebesar Rp500 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-gianyar-made-mahayastra-senin-18-oktober-2021.jpg)