Berita Denpasar
Heboh, Fenomena Awan Warna-warni Terlihat di Denpasar, Begini Penjelasan BMKG
Masyarakat Denpasar dihebohkan dengan fenomena awan warna-warni, berikut ini penjelasan BMKG selengkapnya
TRIBUN-BALI.COM - Masyarakat Denpasar dihebohkan dengan fenomena awan warna-warni.
Fenomana yang jarang terjadi ini direspons Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Berikut ini penjelasan lengkap BMKG terkait fenomena awan warna-warni di Kota Denpasar tersebut.
Fenomena awan tampak berwarna-warni terjadi di Kota Denpasar, Bali.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial pada Senin 18 Oktober 2021.
Baca juga: Akan Terjadi Hingga Oktober 2021, Kenali Dampak Fenomena Hari Tanpa Bayangan
Kesaksian Warga
Salah seorang warga di Kota Denpasar, Ni Made Devi Wulandari (28).
Ia mengaku melihat awan berwarna-warni dari rumahnya di Jalan Nangka, Kota Denpasar.
Dewi melihat awan tersebut secara jelas sekitar pukul 14.50 Wita.
Dia mengaku baru pertama kali melihat fenomena tersebut.
"Tadi terlihat jelas (warna-warni), cuma engga sempat foto.
Makanya setelah viral di medsos tidak kaget soalnya sudah lihat sendiri," kata dia.
Penjelasan BMKG
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Agus Wahyu Raharjo mengungkapkan.
Peristiwa itu memang jarang terjadi meski awan berwarna-warni adalah hal yang biasa.
Baca juga: Tiga Fenomena Alam yang Menyertai Gerhana Bulan Total
"Fenomena peristiwa alam biasa saja yang terjadi di awan.
Awan berproses dengan sinar matahari yang intensitasnya ringan sampai sedang.
Namun memang jarang terjadi," kata Agus saat dihubungi, Senin 18 Oktober 2021.
Bagaimana terbentuknya?
Agus menyebutkan, fenomena awan tampak berwarna-warni tersebut disebut cloud iridescence atau irisan.
Proses terbentuknya warna-warni pada awan yang dimaksud sama dengan proses terbentuknya pelangi.
Awan warna itu terbentuk karena adanya difraksi atau pantulan dari sinar matahari yang mengenai tetes air.
Atau kristal es yang sangat kecil dan seragam bentuknya dalam sistem awan. B
Hal itu, lanjut Agus, terjadi pada sistem awan yang masih relatif tipis atau baru tumbuh.
Baca juga: Terkait Fenomena Matahari Tenggelam di Bali Kemarin yang Viral, Ini Penjelasan BMKG
Pada kondisi tersebut, umumnya komposisi awan masih didominasi parameter tetes air atau kristal es yang sangat kecil dan seragam bentuknya.
"Jadi proses terbentuknya mirip seperti pelangi, di mana cahaya matahari yang datang akan dibiaskan oleh partikel-partikel tersebut," kata dia.
(KOMPAS.COM/ Kontributor Bali, Ach. Fawaidi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, BMKG: Jarang Terjadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/masyarakat-denpasar-dihebohkan-dengan-fenomena-awan-warna-warni.jpg)