Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Pengakuan Danu Disuruh Masuk ke Mobil Alphard Dibantah Pihak Kepolisian, Ada yang Berbohong?

Pengakuan Danu Disuruh Masuk ke Mobil Alphard Dibantah Pihak Kepolisian, Ada yang Berbohong?

Kolase Tribun Bogor
Keponakan Tuti, Danu mengaku polisi memintanya membantu membersihkan TKP. 

 
TRIBUN-BALI.COM - Polisi membantah pengakuan saksi kunci Danu bahwa dirinya disuruh Polisi masuk ke dalam mobil Alphard, tempat ditemukannya jasad ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Korban dalam kasus itu adalah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Danu adalah keponakan dari korban Tuti.

Klarifikasi dari Polres Subang terkait pengakuan Danu itu disampaikan oleh Indra Zainal, Kepala Desa Jalan Cagak.

Baca juga: Kecurigaan Pelaku Pembunuhan Subang juga Terarah pada Yoris dan Danu, Begini Sikap Tegas Keluarga

Sebelumnya diwartakan, pengakuan terbaru Danu soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sempat membuat heboh.

Pasalnya, Danu secara blak-blakan bercerita soal dirinya yang disuruh polisi untuk masuk ke TKP pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu (23).

Pernyataan itu diungkap Danu lantaran ia sempat dicurigai terlibat dalam kasus pembunuhan uak dan sepupunya.

Sebab, sidik jari Danu nyatanya ditemukan di beberapa tempat di TKP pembunuhan.

Karenanya melalui kanal Youtube Misteri Mba Suci, Danu pun bercerita soal penyebab DNA dan sidik jarinya tercecer di lokasi pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Baca juga: Yoris dan Danu Gandeng 9 Pengacara, Setelah Amalia Sebut Dalam Mimpi Pelaku Pembunuhan Masih Muda

Anak dari Ida, kakak Tuti ini bercerita bahwa pada tanggal 19 Agustus 2021, atau sehari setelah kejadian, ia sempat diminta tolong oleh Polisi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved