Breaking News:

Berita Buleleng

NS Dijerat Pasal Berlapis, Lakukan Tindakan Asusila ke Anak Kandungnya di Buleleng

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng meminta kepada penyidik untuk menambah pasal yang disangkakan.

Tribun Batam
ilustrasi - NS Dijerat Pasal Berlapis, Lakukan Tindakan Asusila ke Anak Kandungnya di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masih ingat dengan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh NS (47) terhadap anak kandungnya sendiri?

Pria asal Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali itu dijerat pasal berlapis.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng meminta kepada penyidik untuk menambah pasal yang disangkakan.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, sebelumnya penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng telah menjerat NS dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 5 Miliar.

Baca juga: NS Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Tahun 2017, Terancam Hukuman Paling Lama 15 Tahun Penjara

Namun JPU kemudian memberikan petunjuk kepada penyidik agar NS juga mendapat tambahan sangkaan yakni Pasal 47 UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pasalnya, kasus persetubuhan yang dilakukan oleh NS berada dalam lingkup rumah tangga.

"Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dari Pasal 47 UU tentang Penghapusan KDRT dengan Pasal 81 UU tentang Perlindungan Anak. Letak perbedaan hanya pada lingkup perbuatan pelaku. Dimana tindakan persetubuhan ini dilakukan dalam lingkup rumah tangga, mengingat korban merupakan anak kandung pelaku,” jelasnya, Selasa 19 Oktober 2021.

Dengan adanya petunjuk dari JPU itu, penyidiksudah memperbaiki berkas perkaranya, dan akan kembali diserahkan kepada JPU dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, NS nekat menyetubuhi anak pertamanya sendiri.

Tindakan ini bahkan sudah dilakukan NS selama empat tahun, atau saat anaknya masih berusia 15 tahun.

Kasus ini baru dilaporkan oleh korban ke polisi pada Agustus kemarin.

Pengakuan NS, persetubuhan ini selalu ia lakukan saat istri pergi berjualan di pasar.

NS mendatangi korban yang saat itu sedang berada di kamar, lalu memperkosanya.

NS mengaku nekat menyetubuhi anaknya itu karena ingin melindungi.

Dalam melakukan hubungan seksual, NS merasa berpengalaman sehingga anaknya tidak mungkin hamil. (*).

Baca juga: Pemberkasan Kasus Persetubuhan Anak Kandung di Buleleng Belum Rampung,Masa Penahanan NS Diperpanjang

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved