Berita Badung

VIRAL Artis Pop Bali Ngaku Diusir Saat Berhenti di Pintu Masuk Puspem Badung,Begini Tanggapan Pemkab

dalam keterangan video tersebut ia juga memberikan penjelasan bahwa pintu masuk megah Pemkab Badung bukan tempat umum, melainkan menjadi tempat steril

Tribun Bali/ Agus Aryanta
ilustrasi. Petugas keamanan saat melakukan penjagaan di pintu depan Puspem Badung, Selasa (3/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Salah satu artis Pop Bali saat ini ramai diperbincangkan di media sosial karena mengaku diusir saat berhenti di pintu masuk Puspem Badung.

Artis yang diketahui bernama Putu Dewi Ariantini atau dikenal dengan Dewi Pradewi pun mengunggah video di akun media sosialnya dan mengakui baru tahu bahwa tempat tersebut (depan pintu masuk puspem Badung) bukan tempat umum dan menjadi tempat steril.

“Jadi buat kamu kalau ke sini, siap-siap diusir ya,” kata Dewi Pradewi dalam unggahan video tersebut.

Selain itu, dalam keterangan video tersebut ia juga memberikan penjelasan bahwa pintu masuk megah Pemkab Badung bukan tempat umum, melainkan menjadi tempat steril.

Baca juga: Sekda Adi Arnawa Resmikan Balai Banjar Adat Ancak Badung, Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan

“Kepentingan saya ke sini 1. Istirahat karena pakek motor lakik. 2. Bru maw pakek masker medis krn helm saya sdh ada maskernya. Lsng kena pluit. Menunggu teman perjalanan maw ke Tabanan,” tulisnya.

Seperti diketahui pada pintu masuk Puspem Badung terdapat Taman Nandi Swara.

Bahkan sebelum pandemi covid-19 memang banyak masyarakat yang memanfaatkan taman tersebut untuk beristirahat maupun bersantai-santai.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum  Setda Badung, Nyoman Artaka saat dikonfirmasi mengaku tidak memberikan instruksi khusus untuk mensterilkan kawasan Taman Nandi Swara itu. Melainkan sebut dia, Satpam bertindak sesuai dengan SOP.

“Tidak (ada instruksi untuk mensterilkan kawasan itu-red), kalau kawasan di dalam iya. Karena belum dibuka untuk olahraga.

Jadi tidak ada menginstruksikan sampai sejauh itu. Artinya itu memang SOP dari satpam. Mungkin agar tidak berkerumun,” katanya, Kamis 21 Oktober 2021.

Para Satpam yang bertugas pun diakuinya sudah biasa melaksanakan tugas dan memperingatkan agar tidak berkerumun di kawasan tersebut.

Bahkan sterilisasi tersebut sudah dilakukan semenjak adanya pandemi covid-19 atau saat PPKM level IV.

Disinggung pengusiran dilakukan saat yang bersangkutan seorang diri, pihaknya malah enggan berkomentar lebih jauh.

Artaka mengaku belum mengetahui keterangan dari pihak satpam.

Baca juga: Pemkab Badung Berikan Insentif Pajak, Alih Fungsi Lahan Alami Penurunan

“Ini kan baru sepihak saja, makanya kami laporkan kepada pak Sekda dan rapat dengan satpam, ujarnya untuk mengetahui keterangan lebih lanjutnya terkait peristiwa tersebut,” jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved