Breaking News:

Berita Badung

Pelaku Pariwisata dan Masyarakat Dilematis Tanggapi Kebijakan Wajib PCR Sebagai Syarat Perjalanan

Pelaku pariwisata seperti pengelola GWK Cultural Park tetap mendukung perubahan ketentuan pelaku perjalanan yang wajib menunjukkan hasil negatif test

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pengunjung di area GWK Cultural Park dihari pertama pembukaan kembali, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pelaku pariwisata seperti pengelola GWK Cultural Park tetap mendukung perubahan ketentuan pelaku perjalanan yang wajib menunjukkan hasil negatif test RT-PCR untuk penumpang pesawat mulai 24 Oktober 2021.

Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Diwajibkan Menunjukan Hasil Negatif PCR, Berikut Ini Biaya Tes PCR Terbaru

Baca juga: WNA dan WNI yang Belum Vaksinasi Covid-19 Tetap Bisa Masuk Indonesia, Berikut Ini Ketentuannya 

"Sebetulnya tujuan pemerintah itu baik untuk menjaga supaya tidak melonjak lagi kasus Covid-19. Kami dari pariwisata sudah optimis sebelumnya kemarin karena kedatangan ke Bali sudah semakin baik dengan hanya pakai antigen," ujar GM Marketing Communication & Event GWK Cultural Park, Andre Prawiradisastra, saat ditemui tribunbali.com, Jumat 22 Oktober 2021.

Menurut Andre, opportunity datang ke Bali untuk pariwisata kemungkinan akan menurun, (akibat pemberlakuan tes PCR) tetapi pihaknya dari GWK ingin tetap optimis kita melihat sampai hari Minggu besok bagaimana kunjungan ke GWK dan minggu depan.

Baca juga: Kembali Beroperasi, Kunjungan GWK Pada Hari Pertama Sebanyak 1.000 Orang Lebih

Baca juga: Kembali Dibuka, GWK Siap Menyambut Pengunjung Pada 22 Oktober 2021 Mendatang

"Dan nanti akan kita evaluasi lagi apakah ada kenaikan atau penurunan, tapi secara optimisme kami optimis walaupun ada peluang penurunan tingkat kunjungan wisatawan domestik ke Bali khususnya ke Bali. Optimistis tersebut didukung oleh laporan pihak komersial kami bookingan dari travel agen sampai hari minggu besok belum ada cancel dan masih fully book," jelasnya. 

"Dari Blitar itu bookingan ada 20 bus besok datang ke GWK masih on schedule belum ada pembatalan. Tapi memang kondisinya adalah kunjungan banyak dari wisdom, dan dari wisman belum ada bookingan," sambungnya. 

Nada keberatan kebijakan penumpang pesawat wajib RT-PCR disampaikan salah satu wisdom asal Makassar, Onial Suprianto.

"Mudah-mudahan bisa diubah lagi ya ke antigen karena PCR cukup mahal biayanya. Belum lagi tiket pesawat jadi membengkak biaya kita agak berat ya," imbuhnya.

Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Diwajibkan Menunjukan Hasil Negatif PCR, Berikut Ini Biaya Tes PCR Terbaru

Baca juga: Kenali Manfaat Belimbing Wuluh Bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Atasi Gondongan

Sementara itu, pelancong asal Jakarta Anisa menyampaikan kebijakan tes RT-PCR bagi pengguna moda transportasi udara bagus tidak jadi masalah.

"Kalau saya pribadi sih gak keberatan ya, karena lebih aman kalau PCR. Tarif tesnya memang mahal tapi lebih baik dan aman ya dan hasilnya juga lebih akurat," ucap Anisa.

Larangan perjalanan internasional bagi warga negara Australia akan dicabut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved