Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Update Pembunuhan Subang: Awalnya Merasa Tak Bersalah, Kini Yoris dan Danu Sangat Ketakutan
Update Pembunuhan Subang: Awalnya Merasa Tak Bersalah, Kini Yoris dan Danu Sangat Ketakutan
TRIBUN-BALI.COM -- Yoris dan Danu kini merasa sangat ketakutan.
Ketakutan itu karena opini publik kini menyudutkan keduanya seolah terlibat dalam pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Yoris adalah putra dari Tuti dan Yosef, suaminya.
Sedangkan Danu adalah keponakan Tuti.
Baca juga: Tuti dan Amalia Datang Dalam Mimpi, Cuek pada Istri Yoris, Beri Pertanda?
Tuti dan Amalia ditemukan tewas dengan kondisi tertumpuk di bagasi mobil Alphard yang terparkir di halaman rumahnya di Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021.
Proses autopsi jasad Tuti dan Amalia pun dilakukan hingga 2 kali hingga makam Tuti dan Amalia sempat dibongkar ulang pada hari Sabtu (2/10/2021) oleh Tim Forensik Mabes Polri.
Kasus ini terus menarik perhatian publik, terlebih saat ini saksi kunci pembunuhan menggunakan jasa pengacara.
Tak hanya Yosef, anak sulungnya yakni Yoris dan keponakan Tuti juga kini didampingi oleh pengacara.
Bahkan, kuasa hukum Yoris (34) dan Danu (21) mengaku telah melakukan investigasi seusai resmi menjadi kuasa hukum saksi dalam kasus pembunuhan Subang tersebut.
Baca juga: Danu Berbohong Bersihkan TKP Pembunuhan Tuti dan Amalia? Polisi: Tak Ada Anggota yang Menyuruh Danu
Achmad Taufan, kuasa hukum Yoris dan Danu mengungkapkan hasil investigasi yang dilakukan oleh timnya.
Dia menyakini, jika dua klinenya tidak terlibat dalam kasus kematian Tuti dan Amalia.
"Kemarin juga kami gelar terus setelah kami pelajari dari awal kasus berlangsung, maka kami yakin setelah kami juga investigasi kepada Yoris dan Danu kedua orang ini kami yakin bukan pelaku dan tidak melakukan itu," ucap Achmad Taufan, kuasa hukum Yoris dan Danu, di Subang, Kamis (21/10/2021) seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari tribun Jabar.
Menurut Achmad, dengan posisi kedua kliennya yang saat ini dinilai banyak disudutkan, tindakan seperti memakai jasa kuasa hukum merupakan dinilai sudah tepat.
Disisi lain, kata Achmad, kliennya kini dilanda ketakutan lantaran merasa disudutkan dalam kasus pembunuhan tersebut.
"Ketika sudah dua bulan berjalannya kasus, mereka berdua ini mengalami tekanan yang luar bisa, ketakutan yang luar biasa, banyak yang mendukung, banyak juga yang tidak, apalagi seumur Danu pasti psikologisnya terganggu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kolase-yosef.jpg)