Breaking News:

Berita Jembrana

Dibangun 90 Kolam, Jembrana Siap Realisasikan Sentra Budidaya Udang Vaname

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku bersiap untuk melakukan budidaya udang vaname. 

Istimewa
Bupati Jembrana saat mengunjungi warga Jembrana yang mengikuti pelatihan di Situbondo. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku bersiap untuk melakukan budidaya udang vaname

Teknologi budidaya udang yang disebut Ultra Intensive Aquagriculture Technology ini sedang dikembangkan di Millenial Shrimp Farm Situbondo dan juga di Lovina Bali.

Selain itu saat ini sedang dibangun sebanyak 90 kolam berdiameter 30 meter di Jembrana Bali.

Teknologi ini diciptakan oleh anak bangsa Dr Joe dari Elon Research Center Lovina Bali bekerja sama dengn Dr Wendi Tri Prabowo salah satu peneliti di BPBAP Situbondo. Kelebihan teknologi ini dibanding teknologi yang sudah ada adalah kepadatan tebar mencapai 2000 ekor per meter kubuk.

Baca juga: Perahu Nelayan Terbakar di Perairan Jembrana, Dua Orang Nelayan Berhasil Selamat

Dalam masa pemeliharaan 50 hari mencapai berat rata-rata 10 gram dengan produktivitas 80 ton/ha dan FCR 1.6

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan, bahwa atas inovasi teknologi budidaya udang vaname terbaru ini akan memberikan dukungan penuh untuk dikembangkan di Jembrana Bali.

Tentu saja, akan menjadikan Jembrana sebagai salah satu sentra produksi udang vaname di Indonesia, hal ini juga sesuai arahan Gubernur Bali yang memberi target 50 persen produksi udang bali untuk Kabupaten Jembrana.

“Kami akan kembangkan Jembrana sebagai sentra udang vaname ini di Jembrana,” ucapnya Minggu 24 Oktober 2021.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tim SAR Gabungan Evakuasi Sesosok Mayat di Pantai Sumur Kembar Jembrana

Menurut pencipta teknologi Ultra Intensive Aquagriculture Technology, DR Joe bahwa salah satu daerah yang cocok untuk menerapkan teknologi ini adalah di Jembrana Bali.

Kondisi perairan laut di Jembrana sangat cocok untuk teknologi ini, perairan lautnya sangat bagus karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, airnya masih bersih dan kandungan mineral dan seluruh parameter kualitas air terpenuhi

“Ya yang memang cocok adalah di Jembrana dengan beberapa hal itu tadi yang jadi parameter untuk dijadikan budidaya udang vaname,” jelasnya. 

Baca juga: Limbah Kayu dan Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai di Desa Pulukan Jembrana

Bupati Tamba sebelumnya, memberikan sertifikat pelatihan kepada 25 orang milenial dari Jembrana yang telah selesai menjalani diklat di Tambak Milenial BPBAP Situbondo selama dua bulan.

Selanjutnya mereka akan kembali ke Jembrana untuk menjalankan proses produksi di tambak yang saat ini sedang proses pembangunan di Desa Banyu Biru Jembrana. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved