Berita Karangasem
Komunitas MPIG Dibentuk, Warga Amed Karangasem Berbondong-bondong Ingin Jadi Petani Garam
Minat warga kembali menjadi petani garam setelah dibentuk MPIG. Mengingat hasil produksi petani garam dipasarkan ke luar Bali dan hotel sekitar
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Warga Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem yang memiliki keinginan menjadi petani garam meningkat di tengah pandemi.
Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geogerafis (MPIG) Garam Bali, Nengah Suanda.
Minat warga kembali menjadi petani garam setelah dibentuk MPIG. Mengingat hasil produksi petani garam dipasarkan ke luar Bali dan hotel sekitar Karangasem. Seperti di Jakarta, Tengerang, Bandung.
Ditambah sebagian besar masyarakat tak memiliki penghasilan akibat pandemi.
Baca juga: Tinjau Petani Garam di Amed, Koster Harapkan Garam Bali Bisa Dikonsumsi Lebih Masif di Tingkat Lokal
"Di tengah pandemi seperti saat ini banyak warga yang ingin kembali menjadi petani garam.
Mereka ke MPIG memohon disediakan lahan agar bisa bertani garam. MPIG belum bisa memfasilitasi dikarenakan kondisi pasar belum stabil,"kata I Nengah Suanda, Senin (25/10/ 2021) siang.
Ditambahkan, selain karena pandemi ada faktor - faktor lain yang melatarbelakangi warga kembali menjadi petani garam. Satu diantaranya karena warisan leluhur.
Sebagian warga tak ingin warisan leluhurnya hilang. Apalagi garam di Amed sudah ada sejak dulu.
Faktor lain karena hasil penjualan garam sudah meningkat setelah dibentuk kelompok MPIG.
Sejak 2015 harga garam amed mulai naik di pasaran. Produksi dan kualitas meningkat.
Per musim MPIG mampu menghasilkan ratusan kilo garam, dan melebihi permintaan. Penjualan terus ditingkatkan.
"Saat ini jumlah petani garam yang masuk MPIG sekitar 24 orang, dan sudah beberapa kali alami pergantian. Anggota yang sudah tua diganti dengan yang muda.
Untuk penambahan anggota baru belum ada rencana. Nanti kalau pasaran sudah membaik, pasti ditambah lagi,"janji Suanda.
Untuk diketahui, MPIG terus berupaya menghidupkan kembali aktivitas bertani garam. Mengajak warga untuk melestarikan bertani garam.
Ditambah, ada beberapa warga yang ingin kembali menjadi petani garam tapi kendala lahan dan peralatan. MPIG sudah mengusulkan ke Kementerian.
Baca juga: Pemerintah Akan Bangun Pelabuhan Penumpang di Amed Karangasem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-koster-saat-kunjungan-kerja-ke-sentra-produksi-garam-amed-desa-purwakerthi.jpg)