Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Persaingan Ketat Warnai Kapolres Karangasem Cup 2026, 218 Pebulutangkis Turun Bertanding

Persaingan Ketat Warnai Kapolres Karangasem Cup 2026, 218 Pebulutangkis Turun Bertanding

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
Persaingan Ketat Warnai Kapolres Karangasem Cup 2026, 218 Pebulutangkis Turun Bertanding 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA -  GOR Bimantara Sport Center dipadati peserta dan penonton saat Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Karangasem Cup 2026 digelar, Kamis (28/5).

Sebanyak 32 tim dengan total 218 atlet ambil bagian dalam turnamen yang menghadirkan pertandingan sengit sejak babak awal.

Sejumlah laga berlangsung ketat karena banyak tim menurunkan pemain-pemain berpengalaman dari klub hingga instansi di Karangasem. Atmosfer kompetitif sudah terasa sejak pertandingan pembuka, dengan sorakan pendukung memenuhi arena pertandingan.

Baca juga: Tak Hanya Dijaga dan Dirawat, Naskah Kuno di Badung Kini Masuk Tahapan Digitalisasi

Ketua Panitia, AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Jumlah tim yang mendaftar bahkan langsung memenuhi kuota panitia.

“Total ada 32 tim dan 218 atlet yang ikut bertanding. Turnamen ini memang menjadi salah satu ajang yang cukup dinanti,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Salurkan Sapi Kurban Jumbo ke Buleleng, Jadi yang Terbesar di Bali

Menurutnya, selain menjadi wadah kompetisi, turnamen juga memberi ruang bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan dan menjaga ritme bertanding. Apalagi, bulutangkis masih menjadi olahraga yang paling diminati masyarakat Karangasem.


Turnamen yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu mempertandingkan sejumlah partai dengan sistem gugur. Para peserta datang dari berbagai unsur, mulai komunitas bulutangkis, instansi, hingga klub-klub lokal.


Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, mengatakan kegiatan olahraga seperti ini dinilai efektif membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong pembinaan atlet daerah.


“Yang paling penting bagaimana turnamen ini bisa menjadi ruang kompetisi yang sehat dan memunculkan bibit-bibit atlet baru,” katanya.


Selama pertandingan berlangsung, sejumlah laga harus berjalan hingga rubber game karena kekuatan pemain yang relatif berimbang. Kondisi itu membuat pertandingan berlangsung lebih menarik dan menyita perhatian penonton yang hadir di arena. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved